Jebloknya Daya Saing Usaha Indonesia

Oleh: Edy Sahputra Sitepu

Lengkap sudah track record negatif Indonesia dalam percaturan ekonomi dunia. Bila beberapa waktu yang lalu banyak media menulis tentang tiga borok Indonesia yakni, sebagai negara terkorup, sebagai negara berkembang yang memiliki hutang terbanyak, dan sebagai negara yang paling tidak koperatif dalam pemberantasan tindak pidana pencucian uang (money loundring). Ternyata masih ada satu borok lagi, yaitu Indonesia memiliki peringkat daya saing usaha yang paling jeblok.

Empat gelar paling jelek sebagai indikator dengan mudah disabet Indonesia, memalukan memang, tetapi justru inilah kenyataan yang ada. Kenyataan ini praktis menegaskan bahwa tanda-tanda pulihnya ekonomi nasional seperti yang digembar-gemborkan masih jauh panggang dari api, jauh dari kenyataan.  Jika daya saing usaha Indonesia dalam ekonomi internasional terus merosot, mana mungkin akan terjadi recovery ekonomi.

Soal jeleknya daya saing usaha Indonesia, terungkap dalam paparan hasil survei The Institute for Management Development (IMD) World Competitiveness Rankings 2003, yang dilakukan oleh Prof Stepahne Garelli. IMD sendiri adalah sebuah institut pendidikan bisnis terkemuka di dunia yang berbasis di Swiss. Hasil survei menunjukkan, Indonesia cuma di urutan 28 dari 30 negara untuk kategori negara berpenduduk besar lebih dari 20 juta jiwa, yang memiliki daya saing paling jelek.

IMD membuat dua kategori atas untuk menentukan peringkat daya saing usaha tahun 2003, yakni grup I yang membandingkan 30 keadaan ekonomi negara dunia yang memiliki lebih dari 20 juta penduduk atau negara besar. Sementara grup II membandingkan 29 kondisi ekonomi negara dunia dengan jumlah penduduk kurang dari 20 juta. Perbedaan grup ini digunakan untuk menilai atas beragamnya kondisi daya saing usaha atas negara berpenduduk besar dan kecil. Pada survei ini juga untuk pertama kalinya memasukkan beberapa wilayah dan provinsi di suatu negara dalam rangking daya saing usaha dunia, karena dianggap sebagai realita baru untuk dimensi persaingan usaha.

Memang menurut survei tersebut, Indonesia tidak persis sebagai negara yang terjelek, Indonesia menduduki tiga urutan terakhir di urutan ke-28, Argentina ke-29 dan Venezuela ke-30. Akan tetapi tentu saja hal ini tetap akan memberikan pretensi buruk tentang iklim bisnis Indonesia. Peringkat Indonesia untuk tahun 2003 ini merosot ketimbang tahun 2002 yang ada di posisi 25 dan tahun 2001 yang ada di posisi 24. Sedangkan di grup II yang mensurvei 29 negara, untuk urutan lima terbaik adalah Finlandia (1), Singapura (2), Denmark (3), Hongkong (4) dan Swiss (5).

Dengan demikian komplit sudah borok Indonesia ini, kita sebagai anggota masyarakat tentu mulai harus menduga-duga, apa saja yang dikerjakan pemerintah di Jakarta sana, demikian pula seluruh perpanjangantangannya  di daerah-daerah. Apa sebenarnya yang telah mereka lakukan terhadap negara ini, mengapa semakin hari semakin jelek. Apakah Indonesia yang lamban meningkatkan daya saing, atau negara-negara lain yang megalami pertumbuhan demikian pesat. ***

Dimuat di Harian Medan Bisnis (9 Mei  2003)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s