Dominasi AS di KTT APEC

Oleh Edy Sahputra Sitepu

Dalam headline sebuah koran nasional kemarin terbetik kabar bahwa AS kembali mencengkramkan kuku-kukunya mendominasi KTT APEC 2003 di Bangkok. Mulai dari isu nuklir Korea Utara, terorisme dan kegagalan pembahasan sistem perdagangan bebas mewarnai pertemuan hari pertama. Dan yang paling gress adalah AS ingin didukung soal penaklukan Irak yang masih “belum tuntas” dan soal junta militer di Myanmar.

Sebagian besar agenda pembicaraan tersebut disitir dari dari dan untuk kepentingan gedung putih. Upaya AS membelokkan fokus pembicaraan jelas tercium beberapa negara, namun tak banyak yang berani angkat bicara, kecuali segelintir Mahathir Mohamad, Perdana Menteri Malaysia.

Seyogyanya pembahasan lebih terfokus pada perkembangan ekonomi di wilayah Asia Pasific. Misalnya tindak lanjut dari deklarasi Bogor (1994), APEC bertujuan menjadikan ASEAN sebagai kawasan perdagangan dan aliran investasi yang bebas pada tahun 2010 untuk anggota APEC yang mapan. Sedangkan bagi negara yang statusnya sebagai negara berkembang implementasinya baru dimulai tahun 2020.

Berikutnya adalah pembahasan mengenai komitmen terhadap sistem perdagangan multilateral di bawah WTO. Sebab dalam banyak forum pertemuan WTO, kerap terjadi kegagalan penyamaan visi soal perdgangan internasional ini. Terakhir di Chancun Meksiko, terutama ketika kepentingan negara maju dihadapkan dengan kepentingan negara-negara miskin dan sedang berkembang. Di satu sisi negara-negara maju terancam resesi bila WTO gagal, sementara negara-negara miskin dan berkembang, merasa bakal menjadi bulan-bulanan dan sumber ekploitasi negara maju.

Akan tetapi lewat kekuatan politik AS, pembahasan lebih diarahkan pada persoalan politik seperti yang telah diungkapkan sebelumnya. Kalaupun ada pembahasan soal ekonomi, toh tidak jauh dari intrik kepentingan ekonomi AS. Misalnya bagaimana meredam invasi ekpor dari China yang menyerang AS akibat rendahnya mata uang Yuan (vastly undervalued), yang kemudian berbuntut pada soal pengangguran di AS.

AS seperti raksasa kesepian yang super cemas, bahkan mulai menjadi paranoid. Curiga pada siapapun. Lihat saja sebelum pertumuan APEC, Bush dan timnya, sudah roadshow keliling Asia mencari dukungan. Bush baru merasa klop datang kebangkok, setelah terlebih dahulu menjinakkan Jepang dan  Filipina.

Sebelumnya Bangkok sebagai tuan rumah telah dijinakkan lebih dahulu. Di Bangkok sendiri sebelum KTT, AS menggertak dan menakut-nakuti para menteri perdagangan dan menteri luar negeri APEC, bahwa jika terorisme tidak kunjung dibendung, cepat atau lambat skenario pembangunan ekonomi APEC akan berantakan. Persoalannya bukan soal tidak sepakat pada pembasmian terorisme, tetapi identifikasi terorisme itu sendiri perlu diperjelas. Makanya ketika Mahatir  berteriak bahwa Yahudi justru lebih banyak melakukan intrik politik dan terorisme, justru AS seperti kebakaran jenggot.

Nampaknya aksi dan ambisi AS dalam mempertegas rute strategisnya sebagai pemimpin dunia terus bergulir. Sebagai negara yang mengaku paling demoktratis, terkadang AS justru lupa bahwa kelakuan mereka juga paling tidak demokratis. Mengahancurkan kedaulatan negara seperti Irak, dengan alasan yang tak kunjung bisa dibuktikan. Campur tangan di Myanmar untuk mengerogoti kekuatan militer melalui Aung San Suu Kyi, soal bagaimana agar kekuatan nuklir Korea Utara bisa dilumpuhkan dan lain-lain.

Sesungguhnya, AS pelan-pelan sedang menggali kuburannya sendiri. Tidak-tanduknya yang pongah menebarkan antipati seluruh dunia. AS via Bush sedang mengibas-ngibas api dalam sekam. Kendati tak suatu negarapun yang mampu menandingi kekuatan AS bukan berarti AS bisa sekenanya mendikte atas nama demokrasi. Sepak terjang AS memang semakin patut disimak dan dicermati, siapa tahu kita juga sedang menari-nari di atas tabuhan gendang  AS.***

Dimuat di Harian Medan Bisnis (21 Oktober 2003)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s