Reposisi Visi Perang Rakyat Irak?

Oleh Edy Sahputra Sitepu

Lagi-lagi tidak ada garansi, tertangkapnya Saddam serta merta akan mereduksi perlawanan atas pendudukan AS di Irak. Hingga kemarin, gerakan perlawanan terhadap AS terus terjadi di beberapa kota di Irak. Lagi-lagi ini semakin mempertegas sikap sesungguhnya dari rakyat Irak. Memang, mereka tidak memiliki keinginan untuk kembali di bawah pimpinan Saddam, tetapi bukan berarti rakyat Irak merasa lebih nyaman di bawah kepemimpinan boneka-boneka AS.

Rakyat Irak tahu betul akal bulus AS dibalik penghancuran kedaulatan negara Irak, dengan dalih senjata pemusnah massal, yang masih belum terbukti. AS mengintai suburnya ladang-ladang minyak Irak, yang justeru sering menjadi permasalahan bagi ekonomi AS.

Sejarah telah mencatat, beberapa kali ekonomi AS menjadi morat-marit ketika harga minyak berfluktuasi. Seperti pada dekade 70-an, kesepakatan OPEC dalam kebijakan harga minyak telah menghempaskan perekonomian AS. Dan akan sangat sulit mendikte OPEC bila Saddam masih bercokol sebagai presiden Irak yang selalu membangkang terhadap kepentingan AS.

Puncaknya ketika Irak mengusulkan agar negara-negara OPEC hijrah meninggalkan mata uang dolar AS ke Euro, dalam seluruh transaksi minyak. Tentu ini sangat berpengaruh signifikan bagi perekonomian AS, kita sama-sama tahu bahwa transaksi terbesar di dunia ini adalah transaksi pada perdagangan minyak. Bayangkan bila semua dolar di lepas dan digantikan dengan Euro, pasti ekonomi AS akan mengalami kesuraman yang mengerikan.

Saddam sendiri kemudian nekat untuk “mengharamkan” pemakaian mata uang dolar AS di Irak, termasuk segala transaksi yang berkaitan dengan Irak. Serangan ekonomi negara penghasil minyak terbesar kedua di dunia inilah yang kemudian diyakini telah membuat tim ekonomi gedung putih buru-buru menghadap Goerge W Bush.

Tim perekonomian AS pun presentasi, bahwa kondisi perekonomian AS terus memburuk dengan tingkat pertumbuhan berkisar 1%-2%. Sementara mata uang Euro diam-diam menggunting dolar AS, dan di Timur Tengah Saddam malah “mengipasi” dengan gerakan anti dolar AS dan kampanye pro Euro. Di lain hal, secara periodik perekonomian AS juga selalu gonjang-ganjing karena harga minyak yang tidak bisa di-remote dari gedung putih. Hingga akhirnya diputuskan, bahwa solusi dari dilema tersebut adalah perang.

Secara teori, perang memang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Setidaknya demikian hasil riset ekonom AS seperti Robert Solow. Dengan perang, AS juga akan menjadi penguasa dari ladang-ladang minyak Irak, sehingga dalam jangka pendek maupun panjang AS tak perlu repot mencemasi persediaan minyak. Selanjutnya bila kampanye Saddam tentang penggunaan Euro di bisnis minyak  bisa dibungkam, gerakan ekspansi Euro bisa diperlambat. Sialnya semuanya semakin matang tatkala Saddam memang menjadi musuh bebuyutan bagi George W Bush.

Gelagat ini sudah tercium rakyat Irak sejak lama, apalagi permusuhan antara Saddam dengan AS pelan-pelan terinternalisasi secara mendalam ke rakyat Irak. Di hati mereka  terpatri, meski dalam kepemimpinan Saddam yang tiran, mereka tertekan, tetapi AS lebih diposisikan sebagai common enemy rakyat Irak. Karenanya perlawanan terus berlangsung meski Saddam berhasil ditangkap. Rakyat Irak berpretensi, untuk apa selamat dari mulut harimau, kalau setelah itu masuk mulut AS yang lebih buaya. Jadi perlawanan tersebut bukan lagi dalam konteks membela Saddam, tetapi sudah dalam konteks yang lebih mulia, yakni ingin melepaskan diri dari imprerialisme modern kekuatan asing.

Seperti yang diteriakkan seorang mahasiswa Irak di Fallujah, Ahmed Jassim dan Safa Hamad Hasan, kemarin dalam kutipan Washington Post, “Kami tidak berjuang demi Saddam. Kami berjuang demi negara, demi kehormatan bangsa Irak dan demi Islam!” Ini berarti perang sesungguhnya baru saja dimulai, sebuah perang demi kehormatan dan harga diri yang tercabik-cabik dari rakyat Irak.***

Dimuat di Harian Medan Bisnis (16 Desember 2003)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s