Silaturrahmi Antar-Calon DPD

Oleh Edy Sahputra Sitepu

Kemarin 52 nama calon kandidat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) telah masuk ke KPU Sumut. Selama sepekan ke depan nama-nama tersebut akan diverifikasi secara administratif. Daftar balon yang lulus verifikasi oleh KPU Sumut akan diserahkan kepada KPU kabupaten dan kota, untuk menjalani verifikasi faktual. Di sini akan ditentukan, siapa dari 52 calon tersebut yang bisa tampil di pentas Pemilu 2004. Dengan alokasi empat kursi yang disediakan untuk DPD Sumut, rasio sementara persaingan adalah 1:13. Seorang balon masing-masing harus menyisihkan 13 kandidat lain. Tentu saja ini sebuah rasio bersaing yang cukup alot dan sengit. Apalagi semuanya harus mengumpulkan sejumlah pendukung masing-masing sebagai modal awal.

Bila di saat-saat awal pengumpulan dukungan Panwaslu telah mencium aroma money politic. Dimana oknum calon DPD memberi imbalan untuk uang fotocopy KTP atau pengurusan KTP. Kini pasca pendaftaran ulang, permainan melebar pada upaya saling “membeceki” yang memperkeruh nuansa persaingan. Tentu kita tidak bermaksud mengeneralisir bahwa semua calon DPD berprilaku demikian. Mungkin hanya sebagian kecil dengan jumlah yang tak berarti. Tetapi eksistensinya tetap sangat bebahaya bagi kesehatan demokrasi, yang baru saja tumbuh, di belantara feodalisme.

Kita cukup bergembira tatkala, di media lokal Medan kemarin salah satu calon DPD mengemukakan gagasan untuk menggalang silaturrahmi antar calon DPD. Benar, bersaing bukan berarti harus saling menjegal. Sebab esensi persaingan adalah mencari yang terbaik. Persaingan hanyalah media i’tibar untuk menyelami kapasitas dan kualifikasi personal competancy masing-masing partisipan. Dalam konteks, siapa yang paling relevan membawa segenap amanah dan aspirasi publik Sumut. Dengan demikian makna persaingan akan jauh lebih mulia dari persoalan “kalah dan menang”.

Masyarakat Sumut tentu sangat merindukan, kelak DPD asal Sumut dapat tampil sebagai kelompok yang kritis, independen dan memiliki kapasitas individu yang tergolong critical public figure serta mampu mengekspresikan aspirasi masyarakat daerah secara langsung dalam proses-proses pengambilan kebijakan di tingkat nasional.

Sosok DPD yang demikian jelas tidak akan lahir dari persaingan yang keruh, memobilisasi kekuatan material untuk menggalang dukungan publik, atau  saling menelikung dalam propaganda yang menyesatkan. Dalam hal ini publik Sumut memiliki tanggung jawab paling besar. Sebab hanya kedewasaan politik publik yang bisa menjadi “rahim” bagi lahirnya sosok-sosok paripurna DPD idaman.

Sebelum melangkah lebih jauh, publik Sumut harus berkaca, atas dasar apa dan untuk tujuan apa, secarik fotocopi KTP itu, beberapa waktu lalu diberikan kepada para tim sukses calon DPD. Apakah masih atas dasar rasialis, material, paradigma kepentingan kelompok, kesungkanan, kekhawatiran atau keacuhan.

Demikian pula orang-orang terhormat yang kini telah terdaftar di KPU sebagai calon DPD. Sejujurnya kompetensi apakah yang memanggil Anda untuk menjadi salah seorang dari calon pengemban amanah masyarakat Sumut. Apakah karena gemerlapnya kehormatan takhta di gedung DPR/MPR Senayan. Atau karena memang merasa tergugah dan terpanggil untuk mengobati “sakit” bangsa yang sudah kronis ini?

Kembali ke gagasan silaturrahmi antar calon DPD, jelas ini perlu direalisasikan, berkomunikasilah dengan cermat dan seksama, membahas agenda yang harus diusung dari Sumut. Sepakatilah tentang bagaimana cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumut, dan sepakatilah siapapun yang akan terpilih nantinya, harus didukung bersama-sama dengan suka cita.***

Dimuat di Harian Medan Bisnis (9 September 2003)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s