Ujian Bagi Kedaulatan Rakyat

Oleh Edy Sahputra Sitepu

Pelaksanaan pemilu presiden dan wakil presiden semakin dekat, satu persatu konfigurasi “kartu” politik telah dibuka. Hingga saat ini setidaknya ada lima paket capres-cawapres yang telah siap bertarung, Susilo Bambang-Yusuf Kala, Megawati Soekarnoputri-Hasyim Mujadi, M Amin Rais-Siswono, Wiranto-Solahuddin Wahid, Hamzah Haz-Agum Gumelar, sementara Gusdur telah menggandeng Marwah Daud.

Inilah saat-saat di mana untuk pertama kalinya rakyat mendapatkan kedaulatannya secara penuh sebagai owner, dalam menentukan siapa pengemban amanah yang me-manage perjalanan negeri seribu pulau ini ke depan. Pimpinan nasional tidak lagi ditentukan di bilik “sempit” lobi-lobi fraksi di DPR. Siapa pemimpin bangsa ini akan diputuskan oleh mekanisme rapat yang jauh lebih besar dengan melibatkan seluruh rakyat Indonesia yang telah memiliki hak pilih.

Dengan demikian harus diinsyafi juga, ketika nanti salah satu paket capres-cawapres tersebut terpilih, pilihan itu adalah pilihan bersama yang juga harus ditanggungjawabi bersama. Dulu mungkin kalau terjadi kegagalan pemerintahan, rakyat masih bisa mencari kambing hitam, dengan menunjuk hidung DPR sebagai biang kerok. Tapi ke depan tidak bisa seperti itu lagi, baik buruknya presiden ke depan adalah pilihan kita semua.

Oleh karenanya, sebelum menjatuhkan pilihan pada 5 Juli mendatang, seluruh pemegang suara harus menimbang-nimbang paket yang ada secara jernih, objektif dengan mengenyampingkan fanatisme buta terhadap paket tertentu. Kali ini rakyat memang dibutuhkan tampil sebagai “majikan” yang cerdas dan tidak emosional serta terpancing janji manis semata. Seluruh rakyat juga diminta untuk tidak tergoda menjual suaranya kepada “makelar-makelar politik,” yang hanya menangguk di air keruh.

Rakyat harus memepertimbangkan dengan seksama, di mana para paket capres-cawapres, meletakkan visi kepentingannya. Artinya kita hanya akan memilih mereka yang kita kenal baik dedikasi dan track record-nya dalam memberikan kontribusi pada pencerahan masyarakat dan proses pembangunan. Yang jelas, paket pemimpin tersebut berikut jajaran elit tim sukses atau pengurus partainya harus jauh dari kolusi, korupsi, premanisme, oportunisme berikut segudang borok yang harus diperangi lainnya.

Sejatinya, pemimpin bangsa ini ke depan harus merupakan sosok yang akan mendudukkan roda demokrasi pada jalur benar, di atas pilar-pilar supremasi hukum, demokrasi ekonomi, serta good and clean governance. Memakmurkan bangsa diletakkan pada porsi yang lebih besar dari kepentingan kelompok.

Di sinilah kedaulatan rakyat kembali menghadapi ujian berat. Di tengah kefrustasian bangsa ini, rakyat telah mendapat kesempatan tampil sebagai pemain dan decision maker, menentukan hitam-putihnya perjalanan bangsa ke depan. Karenanya, marilah kita semua tampil dan menjadi bintang lapagangan dengan memilih paket yang paling baik. Sebab kepentingan “apa” yang ingin dicapai, sangat tergantung dengan karakter “siapa” pengusung kepentingan itu.***

Dimuat di Harian Medan Bisnis (11 Mei 2004)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s