Analisis APBD Kota Medan 2012 untuk Bidang Pariwisata, Penanaman Modal dan Dispenda

Pendahuluan

Manajemen strategis merupakan siklus kegiatan yang dimulai dari perumusan, implementasi, evaluasi, dan pengendalian strategi dan kembali lagi ke perumusan strategi. Perumusan strategi menghasilkan suatu kebijakan yang disusun untuk mencapai visi, misi, tujuan, dan sasaran berdasarkan pengamatan lingkungan eksternal dan internal subjek (perusahaan/institusi). Selanjutnya perumusan strategi tersebut diimplementasikan dalam program, anggaran, dan prosedur kerja. Akhirnya implementasi tersebut dievaluasi untuk mengetahui sejauh mana strategi yang disusun sudah dilaksanakan dan bagaimana efisiensi dan efektivitasnya. Dengan demikian dapat dilakukan perbaikan untuk masa mendatang. Jika hal tersebut dilakukan secara terus menerus, maka proses pembangunan ekonomi akan berjalan secara progresif.

Di Pemko Medan pelaksanaan pembangunan dilaksanakan oleh 13 SKPD yaitu Dinas Pertanian dan Kelautan, Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu, Dinas Keuangan, Badan Ketahanan Pangan, Administrasi  Sumberdaya Alam, Hubungan Kerjasama, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Dinas Koperasi, Dinas Perindustrian, Administrasi Perekonomian, Dinas Pariwisata, Badan Penanaman Modal dan Dinas Pendapatan Daerah. Masing-masing mempunyai peran khusus yang penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kebudayaan dan kepariwisataan berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan sesuai dengan tugasnya. Dalam melaksanakan tugas sebagai mana dimaksud, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan menyelenggarakan fungsi: 1) Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis di bidang kebudayaan da kepariwisataan. 2) Menyelenggarakan pemberian perizinan di bidang kebudayaan dan kepariwisataan. 3) Melaksanakan pengawasan teknis terhadap pelaksanaan seluruh peraturan perundang-undangan di bidang kebudayaan dan kepariwisataan. 4) Melaksanakan pengumpulan bahan untuk perencanaan dan pemasaran dan ketenagakerjaan kepariwisataan. 5) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala daerah.

Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Medan, merupakan unsur pendukung tugas Kepala Daerah, yang dipimpin  oleh seorang  Kepala Badan yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Walikota Medan melalui Sekretaris Daerah. Badan Penanaman Modal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan urusan pemerintahan daerah di bidang penanaman modal. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Badan Penanaman Modal menyelenggarakan fungsi: 1) Perumusan kebijakan teknis di bidang penanaman modal, 2) Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah di bidang penanaman modal, 3) Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang penanaman modal, 4) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Dinas Pendapatan Kota Medan adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang pungutan pajak, retribusi dan pendapatan daerah lainnya yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah.Dinas Pendapatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang pendapatan daerah dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. Adapun fungsinya antara lain:  1) Merumuskan dan melaksankan kebijakan teknis dibidang pendapatan daerah, 2) Melakukan pembukuan dan pelaporan atas pekerjaan penagihan pajak daerah, retribusi daerah dan penerimaan asli daerah lainnya, serta penagihan Pajak Bumi dan Bangunan, 3) Melaksanakan koordinasi dibidang pendapatan daerah dengan unit dan instansi terkait dalam rangka penetapan besarnya pajak dan retribusi, 4) Melakukan penyuluhan pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan daerah lainnya serta PBB, 5) Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya dan 6) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

Analisis

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Dewasa ini kepariwisataan semakin memberikan kontribusi penting dalam  meningkatkan penyerapan tenaga kerja, mendorong pemerataan kesempatan berusaha, mendorong pemerataan pembangunan nasional, dan memberikan kontribusi dalam penerimaan devisa negara yang dihasilkan dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), serta berperan dalam mengentaskan kemiskinan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pariwisata juga berperan dalam upaya meningkatkan jati diri bangsa dan mendorong kesadaran dan kebanggaan masyarakat terhadap kekayaaan alam dan budaya bangsa dengan memperkenalkan kekayaan alam dan budaya.

Ke depan peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menjadi semakin strategis, karena adanya perubahan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata menjadi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sehingga ruang lingkupnya menjadi semakin luas yakni meliputi pengelolaan bidang pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdiri dari 14 subsektor utama  (periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antik, kerajinan, desain,  fashion (mode), film, video, dan fotografi, perrnainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan piranti lunak, radio dan televisi; dan riset dan pengembangan).

Dalam mendukung pelaksanaan pembangunan kebudayaan di Kota Medan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan menyelenggarakan fungsi perumusan kebijakan di daerah, terkait dengan kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang kebudayaan yang telah berperan penting dalam peningkatan pemahaman keragaman budaya, penyelesaian masalah tanpa kekerasan, serta pengembangan interaksi antar budaya di Kota Medan.

Sementara dalam pembangunan kepariwisataan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan berperan penting sebagai penyelenggara pembangunan kepariwisataan yang terintegrasi dalam pembangunan daerah yang dilakukan secara sistematis, terencana, terpadu, berkelanjutan, dan bertanggung jawab dengan tetap memberikan perlindungan terhadap nilai-nilai agama, budaya yang hidup di dalam masyarakat, kelestarian dan mutu lingkungan hidup,serta peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat kota.

Peran strategis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medandalam peningkatan kinerja kepariwisataan di Kota Medan telah mendukung pencapaian hasil dan kemajuan yang ditunjukkan dengan meningkatnya kontribusi sektor terkait dengan kepariwisataan dalam PDRB Kota Medan sebagaimana tersaji pada Tabel 1.Berdasarkan informasi yang tersahi pada Tabel 1, dapat dilihat bahwa struktur Produk Domestik Bruto (PDRB) Kota Medan sangat mengandalkan sektor tersier dimana sektor ini memberikan kontribusi terhadap PDRB Kota Medan berkisar 70,16%. Adapun sub sektor ekonomi tersier ini antara lain meliputi sub sektor perdagangan, hotel dan restoran (25,93%), sub sektor ini bahkan merupakan sub sektor yang memberikan kontribusi paling besar untuk PDRB Kota Medan, sub sektor pengangkutan dan komunikasi (14,10%), keuangan, persewaan dan jasa perusahaan (14,10%) dan jasa-jasa (10,51%). Informasi ini mengaskan bahwa sektor tersier ini merupakan prime mover pembangunan ekonomi Kota Medan yang harus mendapat perhatian besar dari para pemangku kepentingan yang ada.

Tabel 1. Struktur Perekonomian Kota Medan Tahun 2007 – 2010

No Kelompok Sektor

Kontribusi Terhadap PDRB (%)

2007

2008

2009

2010*)

1. Primer

2,851

2,873

2,735

2,85

Pertanian

2,845

2,868

2,731

2,84

Pertambangan dan Penggalian

0,006

0,004

0,004

0,01

2. Sekunder

27,934

27,261

26,503

27,00

Industri Pengolahan

16,283

15,978

15,091

15,68

Listrik, Gas dan Air Bersih

1,877

1,726

1,786

1,86

Bangunan

9,774

9,557

9,626

9,47

3. Tersier

69,215

69,867

70,762

70,16

Perdagangan, Hotel, dan Restoran

25,438

25,938

25,795

25,93

Pengangkutan dan Komunikasi

19,022

19,099

19,471

19,63

Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan

14,127

14,528

14,728

14,10

Jasa-Jasa

10,628

10,302

10,769

10,51

Jumlah

100,00

100,00

100,00

100,00

Sumber : BPS Kota Medan

Keterangan : *) Angka Sementara

Untuk memperkuat posisi Kota Medan di bidang pariwisata, tentu harus didukung oleh segenap komponen yang ada, tidak cukup hanya dengan mengandalkan potensi dan kemampuan Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, tetapi harus didukung oleh seluruh komponen yang ada di kota medan antara lain kesiapan sumber daya manusia, sarana transportasi, komunikasi, stake holder keparawisataan seperti ASITA, PHRI, sarana prasarana pendukung meliputi antara lain hotel, restoran, objek wisata, serta pramuwisata.

Dalam upaya menciptakan kondisi kepariwisataan yang nyaman, hingga kini Kota Medan sendiri terus membenahi diri dengan mengembangkan pariwisata perkotaan yang dapat menjadikan kota ini, tidak sekedar hanya tempat transit para wisatawan. Sejumlah objek wisata terus dipoles, sehingga layak juga untuk dikunjungi para turis asing.  Fasilitas wisata hotel, konvensi dan pusat-pusat perbelanjaan juga didorong pemerintah untuk tumbuh pesat.Kota Medan juga mempersiapkan diri diri untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah tujuan wisata MICE (Meeting, Incentives, Convention dan Exhibition) terkemuka di Indonesia.  Potensi industri MICE yang cukup besar dan terbuka lebar menjadi perhatian banyak pihak untuk dimanfaatkan. Dengan keterlibatan semua stakeholders, MICE kemungkinan besar dapat menjadi sektor andalan yang menggerakkan ekonomi Kota Medan (primemover).

Keberadaan objek-objek wisata yang terbesar di wilayah Kota Medan sendiri dapat dikelompokkan menjadi 5 kategori, yaitu objek 1) wisata alam, 2) kerajinan, 3) budaya, 4) sejarah, dan 5) kuliner.  Sedangkan bila dikelompokkan wisatawan yang datang ke suatu objek wisata ke kota medan secara umum dapat di kelompokkan ke dalam 3 golongan yaitu: a) wisatawan domestik, b) wisatawan nusantara, dan c) wisatawan manca negara.

Yang patut menjadi perhatian adalah, potensi objektif dari seluruh objek wisata yang ada di sebagian lokasi masih sebatas potensi semata. Sementara objek yang telah diolah dibangun dan dikembangkan secara terencana dan dikelola dengan baik masih relatif sedikit dan sangat perlu dikembangkan. Oleh karena itu, bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan menjadi tugas besar untuk melakukan langkah-langkah untuk mengembangkan potensi objek yang ada secara terencana sehingga Kota Medan berkembang menjadi (1) wisata budaya dan sejarah, (2) wisata belanja, (3) wisata makanan (kuliner), dan (4) wisata bahari (5) wisata kerajinan dan (6) ekowisata.

Tabel 2. Kompilasi Sasaran, Strategi & Arah Kebijakan, Indikator Kinerja, Capaian dan Program Prioritas Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan

Menurut RPJMD Kota Medan Tahun 2010 – 2015

SASARAN

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

INDIKATOR KINERJA

CAPAIAN

PROGRAM PRIORITAS

2010

2015

Meningkatnya kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB tahun 2015 menjadi Rp 9,62 trilyun 1)     Mengembangkan potensi ekonomi kota

2)     Memelihara dan mengembangkan warisan budaya lokal

3)     Mengembangkan kelembagaan terpadu pengelolaan cagar budaya dan kawasan bersejarah

4)     Meningkatkan sarana pengembangan, pendalaman dan pagelaran seni budaya

5)     Meningkatkan minat dan budaya gemar baca masyarakat

6)     Meningkatkan jati diri masyarakat berbasis keragaman nilai budayakontribusi sektor pariwisata terhadap PDRBRp 5,09 TRp 9,62 T1)     Pengelolaan Kekayaan Budaya

2)     Pengelolaan Keragaman Budaya

3)     Pengembangan Destinasi Pariwisata

4)     Pengembangan Kemitraan

5)     Pengembangan Kerjasama Pengelolaan Kekayaan Nilai Budaya

6)     Pengembangan Nilai Budaya

7)     Perluasan Pemasaran PariwisataMeningkatnya jumlah benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan tahun 2015 menjadi 46 unitJumlah benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan40 unit46 unitMeningkatnya jumlah grup kesenian per 10.000 penduduk tahun 2015 menjadi 250 unitJumlah grup kesenian29250Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap keragaman seni dan budaya, serta kreativitas seni dan budaya yang didukung oleh suasana yang kondusif dalam penyaluran kreativitas berkesenian masyarakat.Jumlah gedung kesenian325Meningkatnya perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan warisan budayaJumlah kunjungan wisatawan161.472176.737Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan tahun 2015 menjadi 176.737 orang.Jumlah festival seni dan budaya2440Meningkatnya jumlah gedung kesenian per 10.000 penduduk tahun 2015 menjadi 15 unit.Jumlah sarana penyelenggaraan seni dan budaya2030Meningkatnya penyelenggaraan festival seni dan budaya tahun 2015 menjadi 153 kegiatan.Jumlah restoran8191.064Meningkatnya jumlah sarana penyelenggaraan seni dan budayaJumlah hotel170205Meningkatnya ketahanan budaya lokal   Meningkatnya apresiasi asyarakat terhadap keragaman, kreatifitas seni dan budaya   Meningkatnya ketersediaan restoran tahun 2015 menjadi 1.422 unit   Meningkatnya ketersediaan perhotelan tahun 2015 menjadi 229 unit

Keterkaitan Visi dan Misi& RPJMD 2011-2015 dan Plafon 2012

Berbagai program dan kegiatan dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ditujukan untuk mendukung misi ke-3 (meningkatkan akselerasi pertumbuhan  ekonomi kota yang merata dan berkelanjutan) dan misi ke-5 (meningkatkan kualitas masyarakat kota).

Adapun sasaran RPJMD 2011-2015 yang ditetapkan untuk dicapai dalam rangka mendukung pencapaian misi ke-3 adalah upaya meningkatnya kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB tahun 2015 menjadi Rp 9,62 triliun dari Rp 5,09 triliun pada tahun 2010. Angka proyeksi ini adalah angka yang terlalu optimis dimana pemerintah Kota Medan mentargetkan pertumbuhan sektor pariwisata rata-rata dapat mencapai 13,6% per tahun. Apalagi bila angka proyeksi pertumbuhan tersebut dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Kota Medan sendiri yang hanya berkisar 7,7% per tahun sejak tahun 2006, Sumut 6,3% per tahun dan nasional 6,0% sebagaimana terlihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi Kota Medan, Sumut, & Nasional

Pertumbuhan Ekonomi

2006

2007

2008

2009

2010

Kota Medan

7,7

7,7

6,8

6,5

7,7

Propinsi

6,20

6,90

6,39

5,07

6,3

Nasional

5,5

6,3

6,0

4,5

6,0

Selanjutnya terkait dengan pelaksanaan misi ke-5, sesuai dengan RPJMD  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dituntut untuk merealisasikan, peningkatan jumlah benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan dari 40 unit di tahun 2010 menjadi 46 unit di tahun 2015, meningkatkan jumlah grup kesenian per 10.000 penduduk tahun 2015 menjadi 250 unit, meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap keragaman seni dan budaya, serta kreativitas seni dan budaya yang didukung oleh suasana yang kondusif dalam penyaluran kreativitas berkesenian masyarakat, meningkatkan perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan warisan budaya, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan tahun 2015 menjadi 176.737 orang,  meningkatkan jumlah gedung kesenian per 10.000 penduduk tahun 2015 menjadi 15 unit dan lain-lain sebagaimana disajikan pada Tabel 2. Namun jika dikaitkan dengan plafon anggaran yang direncanakan untuk tahun 2012 sebagain besar program tersebut belum menjawab kebutuhan RPJMD Kota Medan 2011-2015.

Tabel 4. Catatan Terhadap Program

Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kota Medan

SASARAN

INDIKATOR KINERJA

CAPAIAN

CATATAN

2010

2015

Meningkatnya kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB tahun 2015 menjadi Rp 9,62 trilyun kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB Rp 5,09 T Rp 9,62 T Proyeksi dengan rata-rata pertumbuhan 13,6% per tahun terlalu optimis

Tidak/belum tercermin pada plafon 2012

Tidak/belum tercermin pada plafon 2012

Tidak/belum tercermin pada plafon 2012

Belum ada indikator dan target capaian

Cukup Terakomodir

Namun target angkanya sgt rendah (pertumbuhan 1,8%)

Tidak/belum tercermin pada plafon 2012

Cukup Terakomodir

Belum ada indikator dan target capaian

Belum ada indikator dan target capaian

Belum ada indikator dan target capaian

Angka tidak konsisten antara sasaran dan capaian

Angka tidak konsisten antara sasaran dan capaianMeningkatnya jumlah benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan tahun 2015 menjadi 46 unitJumlah benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan40 unit46 unitMeningkatnya jumlah grup kesenian per 10.000 penduduk tahun 2015 menjadi 250 unitJumlah grup kesenian29250Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap keragaman seni dan budaya, serta kreativitas seni dan budaya yang didukung oleh suasana yang kondusif dalam penyaluran kreativitas berkesenian masyarakat.Jumlah gedung kesenian325Meningkatnya perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan warisan budaya   Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan tahun 2015 menjadi 176.737 orang.Jumlah kunjungan wisatawan161.472176.737Meningkatnya jumlah gedung kesenian per 10.000 penduduk tahun 2015 menjadi 15 unit.Jumlah sarana penyelenggaraan seni dan budaya2030Meningkatnya penyelenggaraan festival seni dan budaya tahun 2015 menjadi 153 kegiatan.Jumlah festival seni dan budaya2440Meningkatnya jumlah sarana penyelenggaraan seni dan budaya   Meningkatnya ketahanan budaya lokal   Meningkatnya apresiasi asyarakat terhadap keragaman, kreatifitas seni dan budaya   Meningkatnya ketersediaan restoran tahun 2015 menjadi 1.422 unitJumlah restoran8191.064Meningkatnya ketersediaan perhotelan tahun 2015 menjadi 229 unitJumlah hotel170205

Khusus untuk plafon anngaran yang diajukan di tahun 2012 bila dilihat proporsi persebarannya berdasarkan program disajikan pada Gambar 1. Berdasarkan gambar dapat dilihat bahwa rencana anggaran tahun 2012 ini tidak terlalu mendukung misi ke-3. Berbagai kegiatan yang belum mencerminkan peningkatan akselerasi pertumbuhan ekonomi Kota Medan, hal ini tercermin dari porsi alokasi untuk program tersebut yang sangat minimi seperti; pengembangan kemitraan yang hanya 4%, pengelolaan kekayaan budaya lokal yang hanya 2% dari anggaran yang diusulkan padahal keduanya merupakan lokomotif bagi akselerasi pertumbuhan  ekonomi kota yang merata dan berkelanjutan. Anggaran yang diajukan lebih banyak tersedot pada penyelenggaraan even-even yang ditujukan untuk mendukung Medan Visit Year 2012 dan kegiatan pemasaran pariwisata lokal.

Badan Penanaman Modal

Badan Penanaman Modal (BPM) untuk tahun 2012 mengusulkan dua program prioritas yakni 1) peningkatan promosi dan kerjasama investasi dan 2) peningkatan iklim investas dan realisasi investasi sebagaimana tersaji pada Tabel 5.

Tabel 5. Arah Kebijakan,Program Prioritas, Sasaran Program/Kegiatan Badan Penanaman Modal Kota Medan

No.

Arah Kebijakan

Program Prioritas

Sasaran Program/Kegiatan

1.

Pengembangan kemudahan, fasilitas dan insentif penanaman modal Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi Terselenggarannya penyebarluasan sistem informasi penanaman modal kepada masyarakat dan calon investor di dalam dan luar daerah

2

Pengembangan kerjasama antar daerah di bidang penanaman modal Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Meningkatnya iklim dan realisasi investasi

Sebagaimana tersaji pada Gambar 2, porsi sebaran plafon anggaran di Badan Penanaman Modal lebih didominasi pada program promosi dan kerjasama investasi 47,75%, peningakatan sarana dan prasarana aparatur 23,80% dan pelayanan administrasi perkantoran 18,09%. Bila dilihat lebih jauh anggaran 47,75% untuk tahun 2012 tersebut dialokasikan paling besar untuk penyelenggaraan pameran investasi Rp 450 jutadan terselenggaranya kegiatan Forum Bisnis Medan (dengan anggaran sebesar Rp 400 juta) disusul anggaran untuk penyebarluasan informasi melalui medai cetak dan elektronik (Rp 200 juta) dan pembuatan profile BPM Kota Medan (Rp 200 juta).

Dikaitkan dengan visi dan misi Kota Medan, program dan kegiatan Badan Penanaman Modal juga bertujuan untuk mendukung keberhasilan pencapaian misi ke-3 yakni meningkatkan akselerasi pertumbuhan  ekonomi kota yang merata dan berkelanjutan. Bila dilihat dari sisi proyeksi pencapaian target yang telah ditetapkan dalam RPJMD 2011-2015, sejumlah target tersebut dapat dikatakan sangat optimis, seperti penambahan jumlah investor berskala nasional PMDN dan PMA, diproyeksikan naik dari 32 di tahun 2010 menjadi 96 di tahun 2015. Target pencapaian nilai realisasi PMDN naik dari Rp 511,31 miliar di tahun 2010 menjadi Rp 986,54 miliar, meski sangat optimis dengan pertumbuhan rata-rata 14% per tahun namun masih realistis, mengingat iklim usaha di Kota Medan yang terus membaik dari waktu ke waktu dan meningkatnya daya tarik investasi di Kota Medan. Namun berkaitan dengan proyeksi realisasi PMA, pertumbuhannya jauh di atas pertumbuhan PMDN dimana RPJMD mematok hingga 2015, level pertumbuhan yang fantastis rata-rata mencapai 17% per tahun.

Berbagai proyeksi ini tentu membutuhkan kerja keras dari Badan Penanaman Modal Kota Medan untuk mencapainya, dan mengingat minimnya frekwensi pelaksanaan pameran investasi yang hanya dilaksanakan sekali di tahun 2012 dikawatirkan tidak cukup kuat untuk mem-backup target yang telah ditetapkan, apalagi alokasi dana untuk kegiatan promosi investasi ke luar negeri juga sangat minim.

Tabel 7. Kompilasi Sasaran, Strategi & Arah Kebijakan, Indikator Kinerja, Capaian dan Program Prioritas Badan Penanaman Modal Kota Medan

Menurut RPJMD Kota Medan Tahun 2010 – 2015

SASARAN

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

INDIKATOR KINERJA

CAPAIAN

PROGRAM PRIORITAS

2010

2015

Meningkatnya jumlah investor berskala nasional (PMDN/PMA) tahun 2015 menjadi 96 investor baru 1)     Mengembangkan kemudahan, fasilitas, dan insentif penanaman modal

2)     Meningkatkan singkonisasi  regulasi investasi pusat dan daerah

3)     Pengembangan e-government di bidang investasi

4)     Mengembangkan kerjasama antar daerah di bidang penanaman modal

5)     Mengembang kan kawasan ekonomi khususJumlah investor berskala nasional PMDN dan PMA32961) Pengembangan Kebudayaan, Inovasi, Teknologi, Tepat Guna Informasi Dan Komunikasi Serta Kerjasama Regional

2) Peningkatan Iklim Investasi Dan Realisasi Investasi

3) Peningkatan Promosi Dan Kerjasama Investasi

4) Penyiapan Potensi Sumberdaya, Sarana Dan Prasarana Daerah

5) Peningkatan Promosi Dan Kerja Sama InvestasiMeningkatnya nilai realisasi PMDN tahun 2015 menjadi 19%nilai realisasi PMDNRp 511,31 milyarRp 986,54 milyarMeningkatnya nilai realisasi PMA tahun 2015 menjadi 23%nilai realisasi PMAUS$ 75,88 jutaUS$ 162,61 jutaMeningkatnya jumlah persetujuan investasi tahun 2015 menjadi                        96 persetujuan.jumlah persetujuan investasi3296Adanya peraturan daerah yang mendukung iklim usaha yang kondusifAdanya Perda Penanaman Modal (Insentif dan Kemudahan Investasi)01

Tabel 8. Catatan Terhadap Program

Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kota Medan

SASARAN

INDIKATOR KINERJA

CAPAIAN

CATATAN

2010

2015

Meningkatnya jumlah investor berskala nasional (PMDN/PMA) tahun 2015 menjadi 96 investor baru Jumlah investor berskala nasional PMDN dan PMA 32 96 Sangat optimis (tumbuh 25% per tahun)

Sangat optimis (tumbuh 14% per tahun)

Sangat optimis (tumbuh 17% per tahun)

Sangat optimis(tumbuh 25% per tahun)

TerakomodirMeningkatnya nilai realisasi PMDN tahun 2015 menjadi 19%nilai realisasi PMDNRp 511,31 milyarRp 986,54 milyarMeningkatnya nilai realisasi PMA tahun 2015 menjadi 23%nilai realisasi PMAUS$ 75,88 jutaUS$ 162,61 jutaMeningkatnya jumlah persetujuan investasi tahun 2015 menjadi                        96 persetujuan.jumlah persetujuan investasi3296Adanya peraturan daerah yang mendukung iklim usaha yang kondusifAdanya Perda Penanaman Modal (Insentif dan Kemudahan Investasi)01

Dispenda

Berbagai kegiatan Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan relevan dengan misi ke-3 Kota Medan, yakni meningkatkan akselerasi pertumbuhan  ekonomi kota yang merata dan berkelanjutan. Untuk melaksanakan misi tersebut berdasarkan RPJMD 2011-2015, Dispenda memiliki sejumlah indikator penting yang harus di capai, sebagaimana tersaji pada Tabel 9 diantaranya peningkatan volume PAD dari Rp 548 miliar menjadi Rp 1,3 triliun di tahun 2015, realisasi pendapatan daerah juga diharapkan meningkat dari Rp 2,101 miliar di tahun 2010 menjadi Rp 4,169 miliar di tahun 2015 dan kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah yang meningkat dari 26,1% menjadi 32,12%.

Tabel 7. Kompilasi Sasaran, Strategi & Arah Kebijakan, Indikator Kinerja, Capaian dan Program Prioritas Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan

Menurut RPJMD Kota Medan Tahun 2010 – 2015

SASARAN

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

INDIKATOR KINERJA

CAPAIAN

PROGRAM PRIORITAS

2010

2015

Meningkatnya kapasitas pemerintah daerah untuk mewujudkan kemandirian pemerintahan daerah 1)     Meningkatkan tata kelola keuangan daerah yang semakin efisien dan efektif

2)     Meningkatkan kemandirian pembiayaan pembangunan kotaVolume APBDRp 2,3 TRp 4,6 T1)     Program Peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah

2)     Program pembinaan dan fasilitas pengelolaan keuanganMeningkatnya pendapatan daerah dalam APBD tahun 2015 menjadi                          Rp 4,1 triliyunVolume PADRp 548 MRp 1,3 TMeningkatnya rasio realisasi pendapatan terhadap anggaran pendapatanRealisasi Pendapatan daerah (milyar)Rp 2.101 milyarRp 4.169 milyarMeningkatnya kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah tahun 2015 menjadi 32,12%.Kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah26,1%32,12%Meningkatnya rasio realisasi PAD terhadap potensi PADRealisasi PAD dibandingkan target PAD dalam RPJMD>100%>100%

Berbagai target yang telah ditetapkan tersebut cukup relevan untuk di capai mengingat potensi pendapatan yang ada di Kota Medan (baik yang bersumber dari pajak,  retribusi maupun pendapatan lainnya) sejauh ini masih belum digarap secara optimum khususnya untuk pajak rumah makan dan restoran. Sebagaimana diketahui Kota Medan belakangan ini telah berkembang sebagai pusat kuliner yang terdepan di Indonesia yang memiliki potensi pajak yang sangat besar. Berdasarkan sejumlah pemberitaan di mass media, hingga saat ini masih terdapat potensi kebocoran pajak yang cukup besar untuk pajak rumah makan/restoran dan hotel.

Tabel 10 Arah Kebijakan, Program Prioritas dan Sasaran Dispendan Tahun 2012

No.

Arah Kebijakan

Program Prioritas

Sasaran

1

Peningkatan kemandirian pembiayaan pembangunan kota

1

Penataan Peraturan Perundang-Undangan Tertatanya Peraturan Perundang-undangan

2

Meningkatkan tata kelola keuangan daerah yang semakin efisien dan efektif

2

Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan keuangan Daerah Meningkatnya Kinerja Pengelolaan  Keuangan Daerah

3

Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Terciptanya kenyamanan dan keindahan lingkungan kantor

 

Berdasarkan Tabel 11 dapat diketahui bahwa program kegiatan Dispenda untuk tahun 2012 cukup relevan dengan apa yang telah direncanakan dalam RPJMD Kota Medan Tahun 2011-2015, dimana untuk mendukung komitmen pencapaian target pendapatan, Dispeda Kota Medan juga memberikan alokasi dana yang besar untuk program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah (57%) yang jauh lebih kecil dari program pelayanan administrasi perkantoran (16,70%), peningkatan sarana dan prasarana aparatur (15,60%), peningkatan disiplin (4,23%). Hal yang perlu menjadi perhatian ke depan adalah dibutuhkannya peningkatan kualitas sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan daerah, pada tahun 2012 Dispenda hanya mengalokasikan dana sebesar 0,17% dari budget yang diusulkan.

Tabel 11. Program Kegiatan dan Plafon Anggaran Tahun 2012

PROGRAM KEGIATAN

Rp

%

Pelayanan administrasi perkantoran

4.489.695.072

16,70%

Peningkatan Sarana dan Prasaarana Aparatur

4.195.230.510

15,60%

Peningkatan Disiplin Aparatur

1.138.530.000

4,23%

Peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja &keuangan

45.550.000

0,17%

Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan keuangan Daerah

15.520.154.418

57,72%

Peningkatan Profesionalisme tenaga Keuangan Daerah

535.000.000

1,99%

Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau

200.000.000

0,74%

Penataan Peraturan Perundang-Undangan

765.175.000

2,85%

JUMLAH

26.889.335.000

100,00%

Rekomendasi

Rekomendasi untuk Disbudpar

Adapun beberapa hal yang direkomendasikan untuk Disbudpar antara lain adalah:

1)     Perlu diperhatikan konsistensi usulan program antara tahun berjalan dengan RPJMD 2011-2015

2)     Sejumlah sasaran yang ingin dicapai dalam RPJMD 2011-2015 masih belum memiliki indikator kinerja dan capaian yang ingin dituju.

3)     Proyeksi yang terlalu optimis kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB yang meningkat 13,6%  per tahun sebaiknya dikoreksi mengikuti proyeksi pertumbuhan ekonomi rata-rata Kota Medan agar lebih realistis.

4)     Sementara proyeksi kunjungan wisatawan yang terlalu pesimis (1,8% per tahun) juga perlu di koreksi dengan skenario yang lebih optimis.

5)     Berbagai program hendaknya kembali disesuaikan dengan misi ke-3 yakni mengupayakan akselerasi pertumbuhan  ekonomi kota yang merata dan berkelanjutan dari sektor pariwisata, dimana perlu diperbanyak program-program yang meningkatkan kemitraan dengan stakeholdersdan pengelolaan kekayaan budaya lokal secara lebih profesional dan berkelanjutan.

6)     Dinas Kebudayaan dan Pariwisata hendaknya juga proaktif mencermati perubahan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menjadi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang memiliki peran yang jauh lebih strategis.

Rekomendasi untuk Badan Penanaman Modal

Adapun beberapa hal yang direkomendasikan untuk Disbudpar antara lain adalah:

1)     Angka-angka yang ditetapkan dalam target pencapaian adalah angka yang sangat optimis, namun di sisi lain optimisme tersebut tidak didukung oleh program/kegiatan yang memadai, misalnya kegiatan promosi investasi ke luar negeri di tahun 2012 hanya mengalokasikan dana yang cukup minim demikian pula frekwensi pameran investasi yang hanya sekali.

2)     Badan Penanaman Modal perlu melaksanakan berbagai kegiatan promosi yang lebih intens baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

3)     Badan Penanaman Modal perlu meningkatkan kualitas promosi Kota Medan melalui website yang telah ada dengan penyampaian informasi yang lebih akurat tentang peluang investasi di Kota Medan yang mampu menarik investor.

Rekomendasi untuk Dispenda

1)       Diharapkan Dispenda Kota Medan dapat memberikan perhatian yang lebih besar pada upaya peningkatan pengembangan sistem laporan kinerja dan keuangan dalam rangka optimalisasi potensi pendapatan yang bisa diperoleh Kota Medan.

2)       Dispenda Kota Medan hendaknya secara berkala melakukan riset dan kajian dalam menentukan formulasi pajak dan retribusi yang dapat diberlakukan di daerah namun tetap berpegang pada prinsip tidak memberatkan dunia usaha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s