research

PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA DAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP INFLASI DI INDONESIA

Funded by: DIPA 2011 Politeknik Negeri Medan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. No Kontrak 22/PL5.2/PM/2011. Tanggal Kontrak : 6 Juli 2011.

Penelitian ini dilakukan untuk melihat inflasi dari sisi permintaan (demand side), dimana berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengindikasikan, adanya pengaruh signifikan dari suku bungan (x1) dan nilai tukar (x2) terhadap inflasi (y) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Bank Indonesia (BI) mulai bulan Desember 2002 sampai dengan Februari 2011 dan dianalisis dengan metode regresi linier dan software pengolah data yang digunakan adalah Eviews Versi 5. Hasil estimasi persamaan inflasi diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 94,08%, yang berarti secara keseluruhan variabel bebas yang ada dalam persamaan tersebut mampu menjelaskan variasi inflasi di Indonesia. Tingkat suku bunga mempunyai pengaruh negatif sebesar -0,0224 sementara kurs rupiah terhadap USD memberikan pengaruh positif sebesar 0,03005.

Kata Kunci : Inlasi, Suku Bunga, Kurs

ANALISA FAKTOR PENGEMBALIAN KREDIT UMKM STUDI KASUS PIK MEDAN

Funded by: DIPA 2010 Politeknik Negeri Medan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. No Kontrak 38/K2.2/PL/2008/28 Juli 2010.

Paper ini mencoba untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengembalian kredit UMKM di PIK Medan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 93 UMKM, dimana data dikumpulkan melalui metode angket, kemudian dilakukan uji validitas, reliabilitas, analisis deskripsi dan analisis faktor. Dari 38 indikator yang diteliti dengan menggunakan analisis faktor dengan metode PCA (Principal Component Analisis) diperoleh total ectrations sums of squared loading cumulative sebesar 83,823%. Ini berarti 38 indikator yang telah terbentuk 11 faktor inti dan mampu menjelaskan pengaruhnya sebesar 83,823% terhadap faktor pengembalian kredit dan
sisanya sebesar 16,177% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Aspek pemasaran dan persaingan menjadi faktor yang paling dominan (14,774) dalam mempengaruhi tingkat pengembalian kredit di PIK Medan, Distribusi dan kehadiran produk pengganti di posisi kedua dimana besarnya variance explained 14,374 dan variance terpenting ketiga adalah kondisi ekonomi dengan nilai variance 12,452.

Kata Kunci : Kredit dan UMKM

KORELASI DAN SENSITIVITAS VOLUME KARGO PELABUHAN TERHADAP HINTERLAND

Funded by: DIPA 2008 Politeknik Negeri Medan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. No Kontrak 38/K2.2/PL/2008/28 Juli 2008

Abstract: Penelitian ini berjudul korelasi dan sensitivitas volume kargo pelabuhan terhadap potensi hinterland pelabuhan di Sumatera Utara. Basis data yang digunakan adalah data pelabuhan di wilayah kerja PT. Pelabuhan Indonesia I, khususnya wilayah Sumatera Utara dan menggunakan data time series tahun 2000-2006 yang mencakup pelabuhan Belawan, UPTK Belawan, Pangkalan Susu, Kuala Tanjung, Tanjung Balai, Sibolga dan Gunung Sitoli. Penelitian ini melakukan serangkaian pengujian dengan perhitungan korelasi dan elastisatas. Sebagai daerah hinterland utama, Sumatera Utara merupakan provinsi yang memiliki korelasi paling tinggi, antara PDRB dan kegiatan ekspor dan impor melalui pelabuhan-pelabuhan di seluruh wilayah kerja PT. Pelabuhan Indonesia I. Sebagaimana konsep Guillford mengenai kriteria keeratan, kegiatan ekspor dan impor via pelabuhan di Sumatera Utara berada dalam kategori high corelation (defendable relationship) terhadap perkembangan PDRB Sumatera Utara dengan nilai R 0,701. Dari 7 pelabuhan yang eksis, korelasi dengan hinterland tertinggi dengan kriteria high correlations terjadi di Belawan, UPTK Belawan, dan Kuala Tanjung. Pelabuhan Sibolga, Gunung Sitoli dan Tanjung Balai berada pada kategori defendable relationship dengan hinterland, sementara Pangkalan Susu menjadi satu-satunya pelabuhan yang memiliki korelasi kecil dengan level keeratan small correlations.*

Kata kunci: pelabuhan, hinterland, korelasi dan elastisitas

ANALISIS KINERJA PASAR  & KARAKTERISTIK KEUANGAN SEKTOR INDUSTRI DAN PROPERTI

Funded by: DIPA 2007 Politeknik Negeri Medan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. No Kontrak 42/K2.2/PL/2007/25 Mei 2007

Abstract: Objek penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia. Periode data yang dianalisis adalah mulai Maret 2005 sampai dengan Maret 2006. Analisis kinerja dilakukan dengan menggunakan pendekatan Sharpe’s Measure dengan membandingkan Sharpe’s Measure antara sektor aneka industri, sektor properti dan IHSG. Dengan menggunakan IHSG sebagai benchmark, diketahui bahwa hampir semua saham, baik dalam sektor aneka industri dan sektor properti memiliki Sharpe’s Measure lebih kecil dibanding benchmark. Sehingga depat dikatakan bahwa secara umum, kedua sektor saham tersebut memiliki market perfomance yang tidak bagus. Secara khusus dari hasil penelitian dapat disimpulkan, saham properti lebih unggul dibandingkan saham-saham di aneka industri, hal ini dapat dilihat dari rata-rata Sharpe’s Measure industri dengan nilai -0,27, sementara nilai Sharpe’s Measure sekrot properti -0,18.

Kata kunci: karakter finansial, aneka industri, properti, IHSG

ANALISIS EKSPEKTASI PASAR TENAGA KERJA TERHADAP KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA POLITEKNIK NEGERI MEDAN DI KOTA MEDAN

Funded by: Research Grant Technological and Professional Skill Development Sector Project (TPSDP) Batch III, ADB Loan, Program Studi Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Medan tahun 2005

Abstract: The unbalance growth between the number amount of ill assorted labor force with amount of the availability of employment make emulation way in grabing job become tighten. In case, this condition caused, only labour candidate with just the best competencies able to win emulation of struggling of jobs and its number is very small. The propose of this research is to analyse  PSAB grad competencies that most used by job market which consist of three sector such as; industrial companies, services and governance in Medan and its surrounding. For further purpose this research want to analyzed about the  competencies required in the future job market. The result shows that not all of the competencies can be accepted entirely by job market, but in general there are three special competencies which most accepted by all job market sectors.

Keyword: competancy, labour, market, expectation

ANALISIS INFLASI DI SUMATERA UTARA TAHUN 1980-2000

Funded by: thesis/2003/pascasarjana USU

Abstract: Research entitled North Sumatera Inflation Analysis is to identify factors that influence inflation in North Sumatera Provincee. This reasearch used secondary data, which is then analyzed using ordinary least square method. Using time series data from 1980 untul 2000 found that inflation is influenced by government expenditures, investments, credit issued by commercial banks, net export, exchange rates and public expectations. From those variables, government expenditures, credit, net export and exchange rate are statistically significant to the inflation changes in North Sumatera. Conversely investment and previous inflation are statistically insignificant.*

Keyword: inflation, government expenditures, investment, credit , net export, exchange rates and public expectations

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s