Rencana Induk Pertanian

Terminologi pertanian perkotaan yang pada awalnya hanya digunakan oleh akademisi dan media, telah diadopsi oleh berbagai lembaga di bawah PBB, misalnya UNDP (Smit et al.,1996a) dan FAO (FAO, 1996; COAG/FAO, 1999). Pertanian perkotaaan didefinisikan sebagai aktivitas/kegiatan yang dilakukan di dalam kota (intraurban) dan pinggiran kota (periurban) untuk memproduksi/memelihara, mengolah dan mendistribusikan beragam produk pangan dan non-pangan, dengan menggunakan atau menggunakan kembali sumberdaya manusia dan material, produk serta jasa yang diperoleh dari dalam dan sekitar daerah perkotaan, dan padagilirannya memasok sebagian besar sumber daya manusia dan material, produk serta jasa ke daerah perkotaan tersebut (Smit et al., 1996b).

 

Beberapa dimensi umum yang mendukung definisi di atas adalah: jenis aktivitas ekonomi, kategori produk pangan atau non-pangan, karakteristik lokasi intraurban dan periurban, jenis area aktivitas tersebut dilakukan, jenis sistem (skala) produksi dan produk destinasi. Definisi ini secara implisit juga memberikan gambaran menyangkut keterkaitan pertanian perkotaan dengan berbagai konsep pengembangan lainnya, misalnya pengembangan pertanian pedesaan, sistem pasokan pangan perkotaan, pengembangan perkotaan berkelanjutan, ketahanan pangan perkotaan dan pengelolaan lahan perkotaan. Keterkaitan tersebut memberikan indikasi bahwa integrasi ke dalam ekosistem (sistem ekonomi dan ekologi) perkotaan merupakan faktor krusial penentu eksistensi pertanian perkotaan. anda dapat menghubungi kami jika menginginkan dokumen lengkapnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s