Renstra BPM

silahkan hubungi kami bila anda menginginkan versi lengkapnya

1.1. Latar Belakang

Pertumbuhan ekonomi merupakan bagian penting dalam pembangunan ekonomi suatu daerah. Dengan dilaksanakannya otonomi daerah maka investasi merupakan salah satu upaya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Defenisi penanaman modal Menurut UU NO 25 Tahun 2007, Penanaman Modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal baik oleh penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing untuk melakukan usaha di wilayah Negara RI.

Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN) adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah Negara RI yang dilakukan menggunakan modal dalam negeri. Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah Negara RI yang dilakukan oleh penanaman modal asing, baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanaman modal dalam negeri.

Secara konseptual dan teknokratis, proses pembangunan kota dilaksanakan dan diarahkan untuk mencapai tujuan utama pembangunan kota yang ditetapkan yaitu mewujudkan kemajuan dan peningkatan kemakmuran masyarakat secara bertahap, berkelanjutan dan berkeadilan. Untuk itu, pembangunan kota seyogianya dikelola secara efektif, efisien dan berkelanjutan (sustainable) dengan melibatkan semua stakeholder dan lapisan masyarakat (pembangunan yang partisipatif). Tugas dan fungsi strategis ini hanya akan dapat  terwujud jika  proses pembangunan dilakukan dengan perencanaan yang transparan, responsif, terukur,  komprehensif dan akuntabel melalui tahapan yang jelas dengan mempertimbangkan seluruh  aspek pembangunan yang terkait dan potensi yang dimiliki oleh Kota Medan sebagai Ibu Kota Propinsi Sumatera Utara. Perencanaan kota juga harus disusun dengan memperhatikan keselarasan dan kesinambungan antara rencana pembangunan jangka panjang daerah, jangka menengah maupun jangka pendek yang bersifat tahunan, sehingga memiliki singkronisasi dan harmonisasi yang tinggi.

Adapun penanaman modal merupakan unsur penting dalam pembangunan ekonomi karena berperan besar dalam penciptaan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan devisa dari produk-produk/komoditi non migas yang diekspor dan diimpor, menciptakan pengaruh ganda (multiplier effect) bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di sekitar proyek-proyek penanaman modal sehingga tercipta kesempatan usaha baru dan kesempatan kerja yang lebih banyak lagi.

Di samping itu, rencana strategis juga mengacu pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kota Medan dan dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Medan.

Dalam rangka implementasi pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 mengatur peranan dan tanggung jawab Kepala SKPD dalam menyiapkan Renstra SKPD, keterkaitan visi dan misi Kepala Daerah dengan RPJMD dan Renstra SKPD, pokok-pokok isi dokumen Renstra SKPD dan status hukum Renstra. Dengan demikian, Renstra Badan Penanaman Modal Kota Medan tahun 2011-2015 merupakan dokumen perencanaan Badan Penanaman Modal Kota Medan untuk periode 5 (lima) tahun, sampai tahun 2015.

Adapun hubungan Renstra Badan Penanaman Modal Kota Medan dengan dokumen perencanaan lain dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s