visitors

silahkan post artikel di sini…

9 thoughts on “visitors

  1. Sudahkan kita turut menjaga bumi?
    Oleh: Eka Lumban Gaol

    Dampak global warming saat ini sedang marak-maraknya dihembuskan dan juga cara mengantisipasi dari global warming itu sendiri. Baik oleh pemerintah, NGO pemerhati lingkungan, dan orang-orang yang peduli akan lingkungan dan bumi kita. Demikian juga yang kita lihat di media elektronik dan media cetak sedang gempar-gemparnya mengkampanyekan dampak Global Warming.

    Tapi sejauh ini perlu kita tanyakan apa yang telah kita perbuat untuk bumi kita? Terlebih dalam mengurangi dampak global warming. Kita cenderung hanya tahu mengkampanyekan saja tanpa ada tindakan real untuk mencegah dan mengurangi global warming itu sendiri. Hal ini terlihat dari penebangan pohon disekitar kita untuk pembangunan. Demikian juga fenomena jika kita lihat saat penerimaan mahasiswa baru di salah satu kampus. Setiap mahasiswa dianjurkan membawa satu bibit pohon untuk ditanam. Jika kita hitung ada sekitar 1500an mahasiswa baru yang diterima setiap tahunnya. Yang berarti ada sekitar 1500an bibit pohon yang ada. Katakanlah 1000 bibit saja yang ada setiap tahunnya. Jika ini ditanam dengan baik mungkin akan mengurangi global warming. Tapi apa yang kita lihat, bibit pohon itu raib entah kemana setelah penerimaan mahasiswa berakhir. Mungkinkah bibit pohon itu ditanam di areal lain untuk penghijauan??(semoga saja) Ataukah bibit pohon itu mati semua???(kita tidak tahu)

    Jika kita mulai menghitung luas hutan kita, mungkin tinggal sedikit saja yang bisa menjadi tiang benteng pengurangan dampak global warming. Dari hari ke hari jumlah luas hutan kita semakin sempit saja karena telah kita pergunakan untuk lahan lain seperti lahan pertanian ataupun perkebunan. Juga bila kita lihat dari hal terkecil saja kita terkadang sudah menjadi penyebab polusi di udara dengan merokok. Belum lagi jika kita lihat polusi akibat asap kenderaan kita maupun asap dari pabrik di sekitar kita.

    Sebenarnya hati kita terketuk untuk turut melestarian ekosistem hutan yang tidak lain adalah benteng pengurangan dampak global warming. Tapi mungkin kita berfikir apa yang bisa saya lakukan untuk saat ini.

    Ada juga orang-orang yang ingin melestarikan hutan kita (mungkin kita salah satu diantaranya), tapi terkadang hal yang kita perbuat untuk melestarikan hutan tidak mendapat dukungan. Sebagai contoh kegiatan untuk penanaman pohon yang dilaksanakan oleh mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Medan tidaklah berjalan mulus. Dimana aksi positif mahasiswa ini tidaklah mendapat dukungan yang penuh oleh instansi yang berwenang. Mulai dari sulitnya mendapat perijinan penanaman pohon hingga lahan yang akan dipergunakan untuk ditanami. Semua beralibi prosedur. Tapi jika kita amati apa memang benar tidak ada lahan yang bisa untuk ditanami pohon?? Jika memang ia kenapa pemanasan global masih marak?? Tapi itu mungkin hanyalah alibi. Belum lagi jika kita lihat ketertarikan orang disekitar kita untuk turut berpartisipasi dalam penanaman pohon. Mungkin dengan pendonasian bantuan materi maupun tenaga untuk turut menanam. Hanya sedikit orang yang terketuk hati nuraninya untuk turut berpartisipasi. Bahkan dari instansi terkait yang memang bertugas untuk melestarikan ekosistem juga sepertinya enggan untuk berpatisipasi memberikan dukungan akan aksi positif ini.

    Kita hanya mengkampanyekan untuk mencegah tapi kita bertindak untuk merusak. Sebenarnya kita mungkin tahu jika ekosistem sudah rusak kita sendiri yang akan dirugikan juga. Banjir merupakan salah satunya, dan jika kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari untuk memperoleh oksigen yang benar-benar bersih saja terkadang kita sulit. Hal itu dikarenakan polusi yang ada dimana-mana. Tapi kita terkadang tidak memperhatikannya. Yang penting kita masih bisa bernafas toh…Walaupun udara yang kita hirup itu sudah tidak bersih lagi. Kita tidak terlalu memikirkan akan kesehatan kita di masa yang akan datang.

    Kita juga hanya tau untuk mengatakan saja cegah global warming, tapi kita masih sering membuang sampah sembarangan. Walaupun sudah jelas-jelas ada tempat sampah di sekitar kita, kita masih saja membuang sampah tidak pada tempatnya. Jangankan hal itu, jika kita lihat seorang cleaning servicepun sedang melakukan pembersihan sampah, kita masih juga tetap membuang sampah sembarangan bahkan di tempat yang baru saja dibersihkan oleh cleaning service itu. Mungkin sebagian dari kita berfikir, itu memang sudah tugasnya, kalaupun saya buang sembarangan toh ada cleaning service yang akan membersihkan kok.

    Fenomena lain yang kita alami dengan semakin maju pesatnya teknologi, yang dapat membantu mempermudah kita dalam melakukan pekerjaan kita juga menjadi salah satu penyebab kerusakan bumi kita. Mulai dari kendaraan yang mengeluarkan polusi, penggunaan AC, lemari es. Bukan saya mengatakan kemajuan teknologi tidak dapat kita pergunakan, tapi kita sering mengsalahgunakan tenologi tersebut. Misalnya saja kita dalam berkendara sering mengebut, tetap menghidupkan AC walaupun tidak digunakan atau membuka jendela saat AC dalam keadaan hidup, atau membuka pintu kulkas dalam waktu yang cukup lama. Kita fikir itu tidak merupakan penyebab, tapi sebenarnya itu adalah salah satu dari penyebabnya. Mungkin juga berfikir kenapa orang lain mesti keberatan akan hal itu, toh saya yang beli, saya yang pergunakan, dan uang saya juga yang habis jika saya tidak hemat. Memang hal itu benar, tapi disini saya bukan menggurui Saudara, saya hanya mencoba mengajak kita untuk menjaga bumi kita.

    Sebenarnya kita juga tahu dampak buruk jika kita tidak menjaga kelestarian bumi tempat kita tinggal. Seperti yang kita lihat fenomena alam saat ini yang semakin sering terjadi seperti banjir, tanah longsor dan yang lainnya. Kita mungkin berkata alam saat ini sudah tidak bersahabat dengan kita. Tapi tahukah kita bencana tersebut bukan karena alam tidak mau bersahabat dengan kita, tapi kitalah yang tidak mau bersahabat dengan alam. Kita sering menggerutu kok bencana terus sih yang terjadi, bahkan ada sebagian yang mengumpat bahwa pemimpin kitalah yang membawa sial. Tapi sebenarnya kitalah penyebab dari semua hal itu. Kitalah penyebab terjadinya banjir karena membuang sampah sembarangan. Kita jugalah yang menyebabkan polusi dengan asap rokok kita ataupun asap kendaraan atau asap pabrik yang kita miliki.

    Sekarang kita kembalikan ke individunya saja. Apa yang dapat kita perbuat untuk bumi kita? Dan maukah kita bersama-sama untuk betul-betul menjaga bumi kita ini. Sedikit tips dari saya yang bisa kita lakukan dari hal kecil untuk menjaga bumi kita:
    1. Membuang sampah pada tempatnya yang merupakan hal yang mudah tapi sangat sering kita abaikan.
    2. Menghemat emisi energi kenderaan kita tanpa kebut-kebutan di jalanan
    3. Jika perjalan kita tidak terlalu jauh sebaiknya dijalani saja.
    4. Lebih seringlah menggunakan kenderaan umum
    5. Mengurangi penggunaan bahan kimia yang sulit didaur ulang tapi gunakanlah bahan-bahan organik yang justru lebih sehat buat kita.
    6. Atur suhu ruangan Anda
    7. Matikan alat listrik yang tidak dipergunakan
    8. Dan yang lebih disarankan mulailah menanam paling tidak jika kita tidak bisa menanam pohon, kita juga bisa menanam tanaman disekitar kita seperti bunga atau yang lainnya

    Semoga bermanfaat…

  2. Manfaat Kebersihan Bagi Kehidupan
    Oleh: Dalilah

    Kata “jagalah kebersihan” sudah sering kita lihat dan banyak terdapat diberbagai macam tempat seperti kamar mandi umum, tempat sampah, di sekolah, serta terdapat di fasilitas umum lainnya. Namun terkadang kata itu hanya dijadikan sebagai pemandangan atau sekadar tulisan yang dampaknya sering diabaikan banyak orang. Bagi sebagian orang kebersihan merupakan hal yang sangat urgen, namun banyak juga yang menganggap kebersihan itu hanya sebagian dari kehidupan yang tidak terlalu perlu diperhatikan sekali. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya warga ataupun penduduk yang tinggal di daerah pinggiran rel kereta api, tempat pembuangan akhir (TPA), ataupun daerah pinggiran sungai yang kurang memperhatikan kebersihan, sebut saja sungai Deli, yang hingga saat ini kurang diperhatikan dampak negatifnya bagi kesehatan mereka sendiri.
    Sehari-hari mereka memanfaatkan sumber air sungai tersebut untuk kebutuhan seperti mandi, minum, memasak serta keperluan lain yang sebagian besar menggunakan air sungai tersebut. Bagi penduduk setempat, sungai Deli banyak memberi manfaat bagi kehidupan mereka, namun mereka tidak sadar bahwa air yang mereka gunakan mengandung banyak sekali kuman yang bersumber dari sampah yang dibuang kesungai, dari limbah pabrik, ataupun kotoran yang berasal dari manusia yang biasa membuang hajat disungai tersebut. Sekilas kita merasakan hal yang sangat menjijikkan dan tidak habis fikir mengapa mereka tetap bertahan hidup disekitar sungai Deli dan tidak berusaha mencari tempat yang lebih layak dan bersih.
    Dari penjelasan tersebut saja dapat kita tarik sebuah pemikiran yang menunjukkan masih banyak orang yang tidak begitu peduli dengan manfaat kebersihan bagi kehidupan mereka. Lantas apakah kita langsung berprasangka bahwa merekalah yang menyebabkan kebersihan lingkungan sekitar seperti tempat-tempat umum tidak terjaga? Itu tidak dapat dijadikan sebagai suatu sangkaan yang bersifat tetap. Banyak diantara kita yang juga kurang memiliki kesadaran bahwa membuang sampah yang kecil sekalipun dapat berdampak negatif bagi kehidupan, bukan hanya mereka yang tinggal ditempat-tempat yang kurang bersih saja yang tidak menjaga kebersihan lingkungan. Terkadang orang yang sehari-harinya terjaga dari lingkungan kotor saja enggan untuk berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan. Mereka tidak terbiasa dengan lingkungan kumuh dan kotor, dan mereka juga tidak ingin dibilang kotor. Namun untuk berpartisipasi menjaga kebersihan saja mereka enggan. Terkadang banyak kita lihat pemandangan yang tidak nyaman khususnya dijalan raya, yang seharusnya lebih diperhatikan kebersihannya agar tidak mengganggu pengguna jalan baik sepeda motor maupun kendaran lain yang memakai jasa jalan raya tersebut. Banyak dari mereka khususnya pengendara mobil yang seenaknya saja membuang sampah dari kaca mobilnya, kemudian menutup kembali kaca tersebut tanpa ada rasa bersalah sedikitpun. Padahal jika pengendara tersebut dibilang kotor dan tidak menjaga kebersihan mereka tidak mau. Namun jika disuruh mengomentari bagaimana kebersihan lingkungan daerah kota Medan misalnya, mereka sangat antusias sekali memberikan komentar-komentar yang berlebihan sesuai dengan pendapat yang mereka miliki serta menyayangkan sikap pemerintah kota Medan yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan kota Medan.
    Inilah gambaran sosial yang seharusnya dapat dijadikan pelajaran yang sangat berarti bagi siapa saja yang menyadari manfaat dari kebersihan dan berusaha untuk berubah serta ikut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan. Jangan hanya pandai mengomentari bila dimintai pendapat, namun juga harus turut serta menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah disembarang tempat.
    Terkait dengan lingkungan hidup, kebersihan sangat berdampak positif bagi kehidupan bermasyarakat diantaranya, meminimalisir terjadinya banjir, terhindar dari penyakit, tidak terjadinya polusi udara, menciptakan lingkungan yang asri, serta menjadikan warga negara asing merasa nyaman dengan lingkungan yang bersih. Sebaliknya jika kebersihan tidak dijaga, maka ini akan berdampak buruk bagi kehidupan kita misalny, pemandangan terganggu akibat sampah yang berserakan, dapat menyumbat aliran sungai sehingga menyebabkan banjir, menjadikan lingkungan tercemar, serta memberikan kesan yang kurang indah bagi pelancong yang datang.
    Kebersihan jangan hanya dijadikan sebagai kata-kata yang sekilas dipandang kemudian hilang dari pemikiran. Kebersihan itu sangat penting untuk dijaga, karena menjaga kebersihan itu tidaklah sesulit yang kita duga seperti mengatur beribu warga untuk menjaga kebersihan. Mulailah dari diri sendiri dengan tidak membuang sampah sembarangan sekalipun sampah itu kecil, karena jika terbiasa membuang sampah yang kecil, maka sampah yang besar juga nantinya ikut terbiasa dibuang tanpa ada kesadaran tentang dampak sampah yang dibuang. Kemudian mulailah dari lingkungan keluarga untuk tidak membuang sampah sembarangan, jika itu sudah terwujud maka orang disekitar lingkungan kita lama kelamaan akan ikut berpartisipasi dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan, dan yang diperlukan hanyalah kesadaran serta kemauan yang kuat untuk mengubah kehidupan serta lingkungan yang semula terkesan kumuh menjadi asri dan bersih. Karena dengan memulai kehidupan yang bersih bermula lingkungan yang asri serta memiliki nilai estetika yang tinggi. Tentu manfaat yang ada tidak hanya dirasakan oleh kita sendiri namun juga berdampak pada orang lain.
    Jika kita mengetahui bagimana alam memperlakukan kita dengan baik serta memberi penghidupan yang selama ini kita nikmati selama bertahun-bertahun tentunya kita menyadari begitu berartinya alam bagi kelangsungan hidup kita. Namun hal ini kurang diperhatikan bagi sebagian dari kita terutama kalangan yang memang tidak begitu peduli dengan keadaan lingkungan, sehingga ketika alam mulai marah karena tidak dijaga barulah dirasakan dampaknya, tentunya hal itu disebabkan karena sampah yang selama ini tidak ditempatkan pada tempat yang semestinya. Belum lagi ulah manusia yang semena-mena menebang hutan secara illegal menambah reaksi kemarahan alam. Terjadinya banjir, pemanasan global, binatang terancam punah dan lain sebagainya. Begitulah jika kita mengibaratkan jika alam seperti memiliki perasaan, jika ia tidak dirawat maka jangan heran jika suatu waktu alam juga tidak merawat kita.
    Maka dari itu, untuk tetap bisa menikmati kehidupan yang semestinya baik bagi kita dan juga orang disekitar kita, sudah seharusnya kita menyadari dan seharusnya pula kita mau untuk turut menjaga kelestarian lingkungan terutama kebersihan yang paling utama, sehingga jika suatu saat semua itu terwujud, bukan hanya kita saja yang saat ini bisa menikmati manfaatnya tetapi juga generasi kita yang berikutnya yaitu anak-anak dan cucu-cucu kita yang semestinya dapat merasakan manfaat kebersihan yang kita tanamkan dari sekarang.

  3. Akibat Pemanasan Global

    Ditulis oleh: Arini Primasari
    AB 5C

    Apakah Anda bisa menebak iklim atau cuaca di sekitar Anda? Saya tidak. Ketika dipagi hari saya memakai sweater untuk menghangatkan tubuh saya diruangan ber-AC, ternyata menjelang siang cuaca sangat panas. Begitu panasnya hingga membuat sekujur tubuh dan pakaian yang saya kenakan seakan-akan terbakar.

    Apa yang menyebabkan iklim atau cuaca tidak dapat ditebak? Saya pun sedang mencari jawabannya. Hal ini bisa terjadi dari beberapa penyebab, yang salah satunya adalah ulah tangan-tangan manusia. Anda mungkin tidak menyadari hal ini, tetapi salah satu penyebabnya mungkin saja Anda. Barang-barang yang kita gunakan sehari-hari tak lepas dari lingkungan sekitar, contohnya saja untuk membuat sehelai tissue, kita harus menebang beberapa bahkan beratus-ratus pohon dan pohon yang sudah ditebang, tidak ditanami kembali. Hal ini menyebabkan lapisan ozon kian menipis dan menyebabkan panas langsung yang berdampak buruk bagi kita.

    Saya sendiri sudah menyadari dampak buruk dari perubahan cuaca yang tidak menentu. Setiap perubahan cuaca dari dingin ke panas atau sebaliknya secara tiba-tiba, kepala saya langsung merasa pusing dan mata saya berkunang-kunang. Akibatnya saya tidak dapat menyelesaikan pekerjaan saya secara maksimal. Apakah hal ini juga terjadi pada Anda? Atau mungkin dampak yang lebih parah? Jadi, apa yang dapat kita lakukan untuk menghindari dampak perubahan iklim yang lebih parah?

    Banyak hal yang dapat kita lakukan. Mulailah dari yang terkecil, dari diri sendiri. Kesadaran Anda mungkin tidak berdampak besar, namun hal ini bisa sedikit mengurangi dampak yang lebih besar. Coba saja dengan hal-hal disekitar kita. Misalnya saja mulai menghemat penggunaan listrik, selain lebih menghemat biaya penggunaan listrik juga dapat mengurangi panas yang dikeluarkan oleh aliran listrik yang dapat menyebabkan radiasi yang mengakibatkan global warming. Apa yang dimaksud dengan global warming atau pemanasan global?

    Pemanasan Global adalah suatu istilah yang menunjukan adanya kenaikan rata-rata temperatur Bumi, yang kemudian menyebabkan perubahan dalam iklim. Bumi yang lebih hangat dapat menyebabkan perubahan siklus hujan, kenaikan permukaan air laut, dan beragam dampak pada tanaman, kehidupan liar, dan manusia. Para ahli berpendapat bahwa pemanasan global sebagian besar dikarenakan ulah manusia.
    Pemanasan global terjadi akibat dari peningkatan efek rumah kaca yang disebabkan oleh naiknya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Semakin tinggi konsentrasi gas rumah kaca maka semakin banyak radiasi panas dari bumi yang terperangkap di atmosfer dan dipancarkan kembali ke bumi. Hal lain adalah perubahan iklim, peningkatan permukaan laut, suhu global cenderung meningkat, gangguan ekologis, dampak social dan politik, dan lain sebagainya. Hal ini menyebabkan peningkatan suhu di permukaan bumi. Peningkatan suhu iklim juga bisa dikarenakan peningkatan radiasi matahari, namun efeknya relatif sangat kecil, Apakah hal ini dapat berlanjut menjadi dampak yang lebih besar? Tentu saja. Apalagi kita sebagai makhluk yang tinggal di muka bumi ini selalu saja tanpa disadari sudah merusak ekosistem dan meningkatkan suhu global. Kita tidak dapat menghentikan pemanasan global. Tapi kita dapat sedikit memperlama terjadinya pemanasan global.
    Cara yang dapat kita lakukan untuk memperlama pemanasan global dengan mudah dan dapat membuat kita ikut serta dalam menjaga bumi menjadi lebih baik.
    Hemat Penggunaan Listrik
    Matikan lampu, televisi, dan komputer ketika kita selasai menggunakannya. Selain menghemat pembayaran, kita juga sudah berjasa menjaga dan memperlama pemanasan global.

    Naik Sepeda, Bis, dan Jalan Kaki
    Dengan sekali-sekali naik bis, mengendarai sepeda, atau berjalan kaki, kita sudah menghemat penggunaan energi fossil. Tapi hal ingin jarang dilakukan oleh kita. Dengan alasan malu dan mungkin gengsi apabila pergi menggunakan sepeda atau berjalan kaki.
    Penanaman Pohon
    Menanam pohon di rumah dan sekolah dan lingkungan sekitar adalah kegiatan yang menyenangkan dan salah satu cara yang baik untuk mereduksi gas rumah kaca.

    Daur Ulang
    Mendaur ulang kaleng, botol, kantong plastik, dan koran. Ketika kita melakukan daur ulang, kita mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah dan kita membantu penyelamatan sumber daya alam, seperti pohon, minyak bumi, dan bahan metal seperti alumunium. Ketika belanja, belilah barang yang ramah lingkungan. Salah satu cara untuk mengurangi pelepasan gas rumah kaca ke atmosfir adalah membeli produk yang hemat energi, seperti mobil, barang elektronik dan lampu.

    Beberapa hal yang patut diperhatikan:

    Daur Ulang
    Tahukah kita bahwa kita membantu menjaga lingkungan bila kami membeli produk yang bisa didaur-ulang? Carilah produk yang memiliki tanda daur ulang – tiga anah panah membentuk suatu siklus. Produk yang dapat di daur ulang umumnya dibuat dari benda yang telah digunakan. Umumnya untuk membuat produk daur ulang lebih sedikit energi yang digunakan daripada produk baru. Lebih sedikit energi digunakan, lebih baik.

    Energi dari Sinar Matahari
    Bayangkan hari ini adalah hari yang sangat panas. Kita letakkan satu sendok es krim di pinggir jalan dan esnya langsung meleleh. Kenapa? Kita mungkin tahu sinar matahari menyebabkan es itu leleh, tetapi kita mungkin tidak tahu bahwa sinar matahari memproduksi energi. Energi yang dikenal sebagai solar energy – cara popular untuk mengatakan -energi yang datang dari matahari – dapat digunakan untuk pemanasan ruimah, bangunan, air, dan untuk menghasilkan listrik. Di Indonesia memang belum banyak, namun ini adalah pilihan yang menarik karena dapat dilakukan diseluruh pelosok Indonesia.

    Mobil
    Mobil adalah kebutuhan utama, terutama dikota-kota besar. Kita dapat membantu menghemat energi dengan menggunakan mobil yang lebih sedikit menggunakan bahan bakar.

    Demikianlah sedikit bahan bacaan dari saya. Semoga bermanfaat dan dapat dimengerti. Wassalam

  4. PEMANASAN GLOBAL, EFEK RUMAH KACA DAN PERUBAHAN IKLIM
    Kamu pernah ngerasa ga sih, klo akhir-akhir ini kita sering mengeluh karena kepanasan dan kegerahan?? Lebih sering menggunakan AC dan kipas angin dari sebelumnya bahkan kita mandi berkali-kali. Kenapa ya? Sepertinya bumi kita ini makin lama makin hangat dan tidak tahu pasti apakah ini karena perbuatan manusia atau terjadi secara alami.

    Ternyata para pakar ilmu pengetahuan juga tidak tahu pasti. Bumi bisa saja menjadi hangat secara alami, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa manusia juga memiliki andil dalam hal ini. Keadaan ini tentu saja dipengaruhi oleh pemanasan global dan perubahan iklim yang terjadi.

    PEMANASAN GLOBAL
    Pemanasan global ialah meningkatnya temperatur rata-rata bumi sebagai akibat dari akumulasi panas di atmosfer yang disebabkan oleh efek rumah kaca. Pengertian lain adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer di dekat permukaan bumi dan laut selama beberapa dekade terakhir dan proyeksi untuk beberapa waktu yang akan datang.

    Hasil pengkajian Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) selama 157 tahun terakhir menunjukkan bahwa suhu permukaan bumi mengalami peningkatan sebesar 0,05oC/dekade. Selama 25 tahun terakhir peningkatan suhu semakin tajam, yaitu sebesar 0,18oC/dekade. Contoh sederhana yang kita rasakan langsung adalah ketika merasakan kepanasan dan kegerahan dalam beberapa waktu belakangan ini. Efek lain dari pemanasan global ini adalah terjadinya perubahan siklus hujan, kenaikan permukaan air laut dan efek lainnya terhadap kehidupan di bumi. Kita juga sering sekali mendengar pemberitaan di media bahwa adanya pencairan es dan berkurangnya salju di belahan bumi UtaraKetika kita membicarakan tentang perubahan iklim, yang menjadi pusat perhatian adalah pemanasan global. Terbaru data satelit dari European Space Agency (ESA) menunjukkan bahwa sekitar 700 kilometer persegi di Antartika’s Wilkins Ice Shelf telah hilang, dengan data satelit baru-baru ini menunjukkan gunung es pertama sudah mulai melahirkan anak lembu lepas dari utara depan.

    EFEK RUMAH KACA
    Efek Rumah Kaca adalah fenomena menghangatnya bumi karena radiasi sinar matahari dari permukaan bumi dipantulkan kembali ke angkasa yang terperangkap oleh selimut dari gas karbon dioksida, metana, nitrogen dioksida, perfluorokarbon, hidrofluorokarbon, dan sulfurheksaflorida yang terakumulasi di atmosfer sehingga menyebabkan peningkatan konsentrasi seiring dengan perjalanan waktu.

    Di dalam rumah kaca terdapat gas yang disebut dengan Gas Rumah Kaca (GRK). GRK ini menangkap energi yang dihasilkan oleh sinar matahari yang menyebabkan bumi menjadi lebih panas. Jika bumi menjadi lebih hangat dari biasanya, ini menandakan bahwa GRK yang dihasilkan rumah kaca tersebut terlalu kuat dan tentu saja ini akan menghasilkan masalah baru bagi kehidupan di muka bumi.

    Yang sangat disayangkan adalah ternyata manusia berperan sangat penting dalam menghasilkan GRK ini. Bagaimana bisa?

    Seperti yang kita lihat sekarang ini, manusia lebih memilih menggunakan mesin dalam hal apapun. Mesin yang menggunakan energi, baik energi listrik maupun energi dari bahan bakar fosil. Bisa kita bayangkan, berapa banyak energi yang digunakan oleh seseorang mulai dari membuat makanannya, mencuci dan menyetrika pakaiannya, mengerjakan pe-ernya, hingga kendaraannya dan masih banyak lagi. Itu masih satu orang, ada berapa banyak manusia yang berada di bumi ini. Jadi, kita tidak perlu heran jika bumi semakin hangat karena manusia dibumi ini juga turut serta menghasilkan GRK yang menjadi penyebab menghangatnya bumi.

    PERUBAHAN IKLIM
    Perubahan iklim adalah perubahan yang terjadi pada tekanan udara, suhu, angin, curah hujan, dan kelembaban sebagai akibat dari pemanasan global.

    Sekarang ini dapat kita lihat banyak sekali perubahan iklim yang sangat mencolok yang terjadi di permukaaan bumi. Diantaranya lamanya musim kering di Australia pada tahun 2003, , tingginya suhu saat musim panas di Eropa pada tahun 2003, lamanya musim badai di Amerika Utara pada tahun 2004 dan 2005, tingginya curah hujan di India pada tahun 2005 dan sebagainya. Sebaliknya, jumlah kejadian ekstrim yang lain seperti malam yang sangat dingin mengalami penurunan.

    The Intergovernmental Panel on Climate Change di Paris akhir Januari 2007 mengungkapkan bukti-bukti terbaru terkait dengan masalah Perubahan Iklim Global (PIG) serta dampaknya terhadap kehidupan . PIG yang bersifat ekstrim dipicu oleh pemanasan global akibat kian tingginya emisi gas rumah kaca dari hasil pembakaran bahan baker fosil yang kian tinggi. Hal ini menyebabkan peningkatan suhu permukaan bumi dan air laut secara signifikan.

    Peningkatan suhu secara global menyebabkan terjadinya percepatan pelelehan lapisan es di Kutub Utara dan Kutub Selatan sekaligus terjadinya pencairan dan penipisan lapisan gunung-gunung es di dunia. Hasil monitoring World Glacier Monitoring Service yang bermarkas di Zurich, Swiss, pada 2005, menunjukkan terjadinya penipisan lapisan es yang amat mengkhawatirkan sekali dengan tingkat penipisan rata-rata 66 sentimeter dalam 10 tahun terakhir. Data ini amat mengerikan jika dibandingkan data tahun 1980 yang hanya 10,6 sentimeter.

    PIG ini salah satunya menyebabkan intensitas dan frekuensi badai tropis yang kian tinggi yang akan mengubah pola pada siklus hidrologi. Intensitas curah hujan yang amat ekstrem dalam waktu lama akan menjadi penyebab banjir besar dan longsor di banyak tempat.
    Sudah sangat banyak perubahan iklim yang terjadi di muka bumi ini. Jika hal ini terus dibiarkan dan tidak ada penanganan yang serius tentang penyebab menghangatnya bumi terutama GRK yang terus dihasilkan oleh manusia. Maka tidak menutup kemungkinan jika pada tahun 2012 nanti kita akan mengalami apa yang ditakutkan selama ini karena keadaan bumi kita sudah sangat memprihatinkan.

    Memang tidak sepenuhnya, pemanasan global dan perubahan iklim di sebabkan oleh perbuatan manusia itu sendiri tetapi juga disebabkan oleh faktor alam seperti variasi aktifitas matahari, efek pendinginan oleh sulfate aerosol dan debu, dan peningkatan produksi CO2.

    APA YANG BISA KITA LAKUKAN???
    Banyak sekali sebenarnya hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk membantu mencegah pemanasan global yang diakibatkan oleh efek rumah kaca yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim.
    1. Hematlah pemakaian listrik
    2. Pemakaian mobil bersama. Lebih baik dalam satu mobil berisi 3 orang daripada 3 orang dalam 3 mobil yang berbeda tetapi memiliki tempat tujuan yang sama.
    3. Naik sepeda, bis, dan jalan kaki.
    4. Berbicara kepada keluarga dan teman mengenai pemanasan global dan mengajak untuk membantu mengurangi pemanasan global itu sendiri.
    5. Penanaman pohon.
    6. Daur ulang. Pilihlah produk-produk yang memiliki tanda daur ulang.
    7. Membeli barang-barang yang hemat energi seperti mobil, barang elektronik dan lampu.

  5. Mengubah Gaya Hidup Untuk Mengerem
    Perubahan Iklim Global

    Oleh: Anita L.Manik AB-5C
    POLITEKNIK NEGERI MEDAN

    P
    ada abad ini, isu perubahan iklim (climate change) terus muncul dan menjadi pembicaraan serius. Dampaknya yang sangat besar terhadap berbagai sektor, mendorong untuk dilakukan berbagai upaya sebagai langkah adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim. Indonesia harusnya lebih waspada karena merupakan negara kepulauan yang terletak di daerah tropis, yang merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap ancaman dan dampak dari perubahan iklim.
    Untuk menghadapi perubahan iklim, perlu usaha dan pemikiran yang sangat serius, karena perubahan iklim merupakan masalah yang sangat kompleks, melibatkan berbagai parameter, dan berdampak pada berbagai aspek. Iklim erat kaitannya dengan kehidupan manusia, sebagai bagian tak terpisahkan, memegang peranan penting dalam pengelolaan ekonomi pembangunan, menjadi salah satu faktor penting dalam aspek kemakmuran ketahanan nasional, karena peningkatan kebutuhan manusia akan meningkatkan aktivitas industri, pembukaan hutan, usaha pertanian dan rumah tangga yang melepaskan Gas Rumah Kaca (GRK), dimana suatu perubahan kecil dari kondisi rata-rata yang meningkatkan GRK dapat menyebabkan suatu perubahan yang besar dalam frekuensi kejadian ekstrim. Perubahan Iklim Global adalah perubahan unsur-unsur iklim (suhu, tekanan, kelembaban, hujan, angin, dan sebagainya) secara globa terhadap kondisi normalnya.
    NASA menyatakan bahwa pemanasan global berimbas pada semakin ekstrimnya perubahan cuaca dan iklim bumi. Pola curah hujan berubah-ubah tanpa dapat diprediksi sehingga menyebabkan banjir di satu tempat, tetapi kekeringan di tempat yang lain. Topan dan badai tropis baru akan bermunculan dengan kecenderungan semakin lama semakin kuat. Tanpa diperkuat oleh pernyataan NASA di atas pun Anda sudah dapat melihat efeknya pada lingkungan di sekitar kita. Anda tentu menyadari betapa panas- nya suhu di sekitar Anda belakangan ini. Anda juga dapat melihat betapa tidak dapat diprediksinya.
    kedatangan musim hujan ataupun kemarau yang mengakibatkan kerugian bagi petani karena musim tanam yang seharusnya dilakukan pada musim kemarau ternyata malah hujan. Anda juga dapat mencermati kasus-kasus badai ekstrim yang belum pernah melanda wilayah-wilayah terntentu di Indonesia.
    Tahun-tahun belakangan ini kita makin sering dilanda badai-badai. yang mengganggu jalannya pelayaran dan pengangkutan baik via laut maupun udara. Bila fenomena dalam negeri masih belum cukup bagi Anda, Anda dapat juga mencermati berita-berita internasional mengenai bencana alam. Badai topan di Jepang dan Amerika Serikat terus memecahkan rekor kecepatan angin, skala, dan kekuatan badai dari tahun ke tahun, curah hujan dan badai salju di China juga terus memecahkan rekor baru dari tahun ke tahun. Anda dapat mencermati informasi-informasi ini melalui media massa maupun internet. Tidak ada satu benua pun di dunia ini yang luput dari perubahan iklim yang ekstrim ini.

    S
    ebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, pada November 2006 PBB telah merilis laporan mengejutkan yang berhasil membuka mata dunia bahwa ternyata 18% dari emisi gas rumah kaca datang dari aktifitas pemeliharaan ayam, sapi, babi, dan hewan-hewan ternak lainnya. Di sisi lain, mobil, sepeda motor, truk-truk besar, pesawat terbang, dan semua sarana transportasi lainnya yang bisa Anda sebutkan hanya menyumbang 13% emisi gas rumah kaca. Bayangkanlah kenyataan ini: Ternyata penghasil utama emisi gas berbahaya yang mengancam kehidupan planet kita saat ini bukanlah mobil, sepeda motor, ataupun truk dan bis dengan polusinya yang menjengkelkan Anda. Tetapi emisi berbahaya itu datang dari sesuatu yang nampak sederhana, tidak berdaya, dan nampak lezat di meja makan Anda. Yaitu daging! Mungkin bagi Anda hal ini sangat berlebihan. Tetapi ketahuilah bahwa laporan ini bukan dirilis oleh sekelompok ilmuwan paranoid yang tidak kompeten, ataupun peneliti dari tingkat universitas lokal. Laporan ini dirilis langsung oleh PBB melalui FAO (Food and Agriculture Organization—Organisasi Pangan dan Pertanian). Tentu agak sulit membayangkan bagaimana mungkin seekor anak ayam yang terlahir dari telurnya yang begitu rapuh, yang terlihat begitu kecil dibandingkan luasnya planet ini, bisa memberikan pengaruh yang begitu besar pada perubahan iklim. Jawabannya adalah pada jumlah mereka mereka yang luar biasa banyak. Amerika Serikat saja menjagal tidak kurang dari 10 miliar hewan darat setiap tahunnya (tidak termasuk ikan dan hewan laut lainnya). Bayangkan berapa banyak jumlahnya bila digabungkan dengan seluruh dunia.

    Daripada mengendarai mobil hanya untuk menempuh jarak 500 meter, kita dapat menggunakan sepeda atau berjalan kaki dan itu akan menghasilkan perbedaan yang sangat besar juga,”

    S
    ebenarnya kita tidak memerlukan perubahan yang radikal untuk membantu Bumi ini menjadi lebih bersahabat. Ubahlah beberapa rutinitas yang dapat menurunkan “Jejak karbon Anda.” Yang pada akhirnya akan menghemat uang Anda juga. Tetapi yang terpenting adalah kita memberikan anak cucu kita tempat yang lebih baik untuk ditinggali.

    Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi atau mengerem dampak perubahan iklim global yakni dimulai dari hal yang sederhana dari diri sendiri seperti:
    1. Berhenti atau kurangi memakan daging;
    2. Batasi Emisi Karbon dioksida;
    3. Tanamlah lebih banyak pohon;
    4. Daur ulang (Recycle) dan gunakan ulang (Reuse);
    5. Gunakan alat Transportasi alternatif untuk mengurangi emisi karbon

    Perubahan pola hidup lain yang dapat berkontribusi dalam perlawanan dengan pemanasan global adalah dengan tidak membeli barang “hanya karena mereka tersedia.” Sebaiknya marilah kita membeli hanya barang-barang yang benar-benar kita butuhkan.

    Berubahlah!
    Satu hal lain yang sangat penting disamping lima hal yang dapat Anda lakukan di atas adalah keinginan dan motivasi Anda sendiri untuk berubah, “Mengubah gaya hidup untuk mengerem Perubahan Iklim Global”. Saran-saran di atas tidak akan berarti jika hanya menjadi bahan bacaan tanpa tindakan yang nyata. Kita harus benar-benar mulai mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Anda tidak perlu mengambil langkah ekstrim untuk langsung berubah hanya dalam semalam bila hal tersebut terlalu berat bagi Anda. Lakukanlah secara bertahap tetapi konsisten dengan komitmen Anda Jadilah contoh nyata bagi lingkungan dan orang-orang di sekitar Anda. Contoh dan praktek yang Anda berikan sangat penting untuk menginspirasi banyak orang lainnya untuk berubah pula. Berikanlah informasi kepada orang-orang disekitar Anda sehingga mereka dapat mengerti mengenai konsekuensi dari pola hidup mereka. Dan berilah mereka dorongan untuk mencoba pola hidup mulia yang akan menyelamatkan planet kita tercinta ini.

    “K
    ita harus menyelamatkan planet ini terlebih dahulu agar kita dapat tinggal. Karena jika semua es mencair, jika semua kutub mencair, maka lautan akan menjadi panas, lalu gas akan dilepaskan dari lautan, dan kita semua akan teracuni oleh gas dari lautan. Gasnya sangat banyak, cukup untuk membunuh kita semua. Kita semua mengetahui bahaya bagaimana kita membabat hutan di planet kita. Makan daging juga memberi dampak terhadap kerusakan bagi planet Bumi kita. Para ilmuwan mengatakan banyak hal. Mereka sekarang telah mendengarnya, tapi saya berharap agar mereka melakukannya dengan cepat, segera ambil tindakan. Semua pemerintah di dunia sekarang sungguh menganggapnya serius. Hanya saja saya kuatir bahwa tindakannya terlalu lambat. Jika ini terus berlanjut, jika mereka tidak memperbaikinya, maka dalam 4 atau 5 tahun, tamat. Tidak ada lagi. Ini benar-benar mendesak.”

    M
    ari kita melakukan sesuatu yang bisa kita perbuat untuk mengerem perubahan iklim global sebelum itu terlambat. “Saat ini, gambarannya masih suram—apabila umat manusia tidak segera melakukan sesuatu, maka perubahan iklim akan memberikan dampak yang sangat serius,” *(ant) Sudah saatnya kita sebagai penduduk dunia untuk melakukan tindakan nyata untuk menghentikan semua proses yang mengarahpada kehancuran ini.(anita)

  6. PEMANASAN GLOBAL, EFEK RUMAH KACA DAN PERUBAHAN IKLIM

    Kamu pernah ngerasa ga sih, klo akhir-akhir ini kita sering mengeluh karena kepanasan dan kegerahan?? Lebih sering menggunakan AC dan kipas angin dari sebelumnya bahkan kita mandi berkali-kali. Kenapa ya? Sepertinya bumi kita ini makin lama makin hangat dan tidak tahu pasti apakah ini karena perbuatan manusia atau terjadi secara alami.

    Ternyata para pakar ilmu pengetahuan juga tidak tahu pasti. Bumi bisa saja menjadi hangat secara alami, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa manusia juga memiliki andil dalam hal ini. Keadaan ini tentu saja dipengaruhi oleh pemanasan global dan perubahan iklim yang terjadi.

    PEMANASAN GLOBAL
    Pemanasan global ialah meningkatnya temperatur rata-rata bumi sebagai akibat dari akumulasi panas di atmosfer yang disebabkan oleh efek rumah kaca. Pengertian lain adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer di dekat permukaan bumi dan laut selama beberapa dekade terakhir dan proyeksi untuk beberapa waktu yang akan datang.
    Hasil pengkajian Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) selama 157 tahun terakhir menunjukkan bahwa suhu permukaan bumi mengalami peningkatan sebesar 0,05oC/dekade. Selama 25 tahun terakhir peningkatan suhu semakin tajam, yaitu sebesar 0,18oC/dekade. Contoh sederhana yang kita rasakan langsung adalah ketika merasakan kepanasan dan kegerahan dalam beberapa waktu belakangan ini. . Efek lain dari pemanasan global ini adalah terjadinya perubahan siklus hujan, kenaikan permukaan air laut dan efek lainnya terhadap kehidupan di bumi. Kita juga sering sekali mendengar pemberitaan di media bahwa adanya pencairan es dan berkurangnya salju di belahan bumi UtaraKetika kita membicarakan tentang perubahan iklim, yang menjadi pusat perhatian adalah pemanasan global. Terbaru data satelit dari European Space Agency (ESA) menunjukkan bahwa sekitar 700 kilometer persegi di Antartika’s Wilkins Ice Shelf telah hilang, dengan data satelit baru-baru ini menunjukkan gunung es pertama sudah mulai melahirkan anak lembu lepas dari utara depan.

    EFEK RUMAH KACA
    Efek Rumah Kaca adalah fenomena menghangatnya bumi karena radiasi sinar matahari dari permukaan bumi dipantulkan kembali ke angkasa yang terperangkap oleh selimut dari gas karbon dioksida, metana, nitrogen dioksida, perfluorokarbon, hidrofluorokarbon, dan sulfurheksaflorida yang terakumulasi di atmosfer sehingga menyebabkan peningkatan konsentrasi seiring dengan perjalanan waktu.
    Di dalam rumah kaca terdapat gas yang disebut dengan Gas Rumah Kaca (GRK). GRK ini menangkap energi yang dihasilkan oleh sinar matahari yang menyebabkan bumi menjadi lebih panas. Jika bumi menjadi lebih hangat dari biasanya, ini menandakan bahwa GRK yang dihasilkan rumah kaca tersebut terlalu kuat dan tentu saja ini akan menghasilkan masalah baru bagi kehidupan di muka bumi.
    Yang sangat disayangkan adalah ternyata manusia berperan sangat penting dalam menghasilkan GRK ini. Bagaimana bisa?
    Seperti yang kita lihat sekarang ini, manusia lebih memilih menggunakan mesin dalam hal apapun. Mesin yang menggunakan energi, baik energi listrik maupun energi dari bahan bakar fosil. Bisa kita bayangkan, berapa banyak energi yang digunakan oleh seseorang mulai dari membuat makanannya, mencuci dan menyetrika pakaiannya, mengerjakan pe-ernya, hingga kendaraannya dan masih banyak lagi. Itu masih satu orang, ada berapa banyak manusia yang berada di bumi ini. Jadi, kita tidak perlu heran jika bumi semakin hangat karena manusia dibumi ini juga turut serta menghasilkan GRK yang menjadi penyebab menghangatnya bumi.

    PERUBAHAN IKLIM
    Perubahan iklim adalah perubahan yang terjadi pada tekanan udara, suhu, angin, curah hujan, dan kelembaban sebagai akibat dari pemanasan global.
    Sekarang ini dapat kita lihat banyak sekali perubahan iklim yang sangat mencolok yang terjadi di permukaaan bumi. Diantaranya lamanya musim kering di Australia pada tahun 2003, , tingginya suhu saat musim panas di Eropa pada tahun 2003, lamanya musim badai di Amerika Utara pada tahun 2004 dan 2005, tingginya curah hujan di India pada tahun 2005 dan sebagainya. Sebaliknya, jumlah kejadian ekstrim yang lain seperti malam yang sangat dingin mengalami penurunan.
    The Intergovernmental Panel on Climate Change di Paris akhir Januari 2007 mengungkapkan bukti-bukti terbaru terkait dengan masalah Perubahan Iklim Global (PIG) serta dampaknya terhadap kehidupan . PIG yang bersifat ekstrim dipicu oleh pemanasan global akibat kian tingginya emisi gas rumah kaca dari hasil pembakaran bahan baker fosil yang kian tinggi. Hal ini menyebabkan peningkatan suhu permukaan bumi dan air laut secara signifikan.

    Peningkatan suhu secara global menyebabkan terjadinya percepatan pelelehan lapisan es di Kutub Utara dan Kutub Selatan sekaligus terjadinya pencairan dan penipisan lapisan gunung-gunung es di dunia. Hasil monitoring World Glacier Monitoring Service yang bermarkas di Zurich, Swiss, pada 2005, menunjukkan terjadinya penipisan lapisan es yang amat mengkhawatirkan sekali dengan tingkat penipisan rata-rata 66 sentimeter dalam 10 tahun terakhir. Data ini amat mengerikan jika dibandingkan data tahun 1980 yang hanya 10,6 sentimeter.

    PIG ini salah satunya menyebabkan intensitas dan frekuensi badai tropis yang kian tinggi yang akan mengubah pola pada siklus hidrologi. Intensitas curah hujan yang amat ekstrem dalam waktu lama akan menjadi penyebab banjir besar dan longsor di banyak tempat.
    Sudah sangat banyak perubahan iklim yang terjadi di muka bumi ini. Jika hal ini terus dibiarkan dan tidak ada penanganan yang serius tentang penyebab menghangatnya bumi terutama GRK yang terus dihasilkan oleh manusia. Maka tidak menutup kemungkinan jika pada tahun 2012 nanti kita akan mengalami apa yang ditakutkan selama ini karena keadaan bumi kita sudah sangat memprihatinkan.
    Memang tidak sepenuhnya, pemanasan global dan perubahan iklim di sebabkan oleh perbuatan manusia itu sendiri tetapi juga disebabkan oleh faktor alam seperti variasi aktifitas matahari, efek pendinginan oleh sulfate aerosol dan debu, dan peningkatan produksi CO2.

    APA YANG BISA KITA LAKUKAN???
    Banyak sekali sebenarnya hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk membantu mencegah pemanasan global yang diakibatkan oleh efek rumah kaca yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim.
    1. Hematlah pemakaian listrik
    2. Pemakaian mobil bersama. Lebih baik dalam satu mobil berisi 3 orang daripada 3 orang dalam 3 mobil yang berbeda tetapi memiliki tempat tujuan yang sama.
    3. Naik sepeda, bis, dan jalan kaki.
    4. Berbicara kepada keluarga dan teman mengenai pemanasan global dan mengajak untuk membantu mengurangi pemanasan global itu sendiri.
    5. Penanaman pohon.
    6. Daur ulang. Pilihlah produk-produk yang memiliki tanda daur ulang.
    7. Membeli barang-barang yang hemat energi seperti mobil, barang elektronik dan lampu.

  7. PERUBAHAN IKLIM(GLOBAL CLIMATE CHANGE)
    Pemanasan Global adalah suatu istilah yang menunjukan adanya kenaikan rata-rata temperatur Bumi, yang kemudian menyebabkan perubahan dalam iklim. Bumi yang lebih hangat dapat menyebabkan perubahan siklus hujan, kenaikkan permukaan air laut, dan beragam dampak pada tanaman, kehidupan liar, dan manusia.
    Fenomena pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim berdampak terjadinya perubahan sosial atau kependudukan dan budaya. Perubahan iklim yang sangat cepat diprediksi oleh beberapa ilmuwan yang tergabung dalam Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) akan terus terjadi sampai masa mendatang sebagai efek dari peningkatan konsumsi bahan bakar fosil dalam transportasi dan industri yang sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk di dunia. Dari hasil pemodelan iklim global diperkirakan jika tidak ada upaya bersama dari warga dunia untuk menurunkan aktivitas pembakaran fosil dari tahun 1990 hingga tahun 2100 iklim global akan meningkat dengan kisaran peningkatan 1,4 hingga 5,8 derajat Celcius dan konsentrasi CO2 di atmosfir akan menjadi dua kali lipat dari keadaan pada masa preindustrialisasi yakni lebih dari 700 ppm (IPCC 2001).
    Meskipun demikian perubahan iklim ke depan tidak semata-mata ditimpakan oleh akibat dari aktivitas manusia, beberapa faktor terjadinya perubahan iklim juga di timbulkan oleh variasi aktivitas matahari, efek pendinginan oleh sulfate aerosol dan debu , selain juga akibat peningkatan produksi CO2.
    Berbagai kajian sosial menemukan bahwa pola hubungan sosial berkaitan sangat erat dengan pola iklim. Hasil kajian IPCC (2007) menunjukkan bahwa sejak tahun 1850 tercatat adanya 12 tahun terpanas berdasarkan data temperatur permukaan global. Sebelas dari dua belas tahun terpanas tersebut terjadi dalam waktu 12 tahun terakhir ini. Kenaikan temperatur total dari tahun 1850-1899 sampai dengan tahun 2001-2005 adalah 0,76Ëš. Permukaan air laut rata-rata global telah meningkat dengan laju rata-rata 1.8 mm per-tahun dalam rentang waktu antara lain antara tahun 1961-2003. Kenaikan total permukaan air laut yang berhasil dicatat pada abad ke-20 diperkirakan 0,17 m. Laporan IPCC juga menyatakan bahwa kegiatan manusia ikut berperan dalam pemanasan global sejak pertengahan abad ke-20. Pemanasan global akan terus meningkat dengan percepatan yang lebih tinggi pada abad ke-21 apabila tidak ada upaya menanggulanginya.

    Pemanasan global mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan frekwensi maupun intensitas kejadian cuaca ekstrim. IPCC menyatakan bahwa pemanasan global dapat menyebabkan terjadi perubahan yang signifikan dalam sistem fisik dan biologis seperti peningkatan intensitas badai tropis, perubahan pola presipitasi, salinitas air laut, perubahan pola angin, mempengaruhi masa reproduksi hewan dan tanaman, distribusi spesies dan ukuran populasi, frekuensi serangan hama dan wabah penyakit, serta mempengaruhi berbagai ekosistem yang terdapat di daerah dengan garis lintang yang tinggi (termasuk ekosistem di daerah Artuka dan Antartika), lokasi yang tinggi, serta ekosistem-ekosistem pantai.
    Jika tidak ada upaya yang sistematis dan terintegrasi untuk meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim dan perbaikan kondisi lingkungan lokal dan global mulai dari sekarang, maka dampak yang ditimbulkan akibat adanya perubahan iklim ke depan akan semakin besar dan lebih lanjut akan berdampak pada sulitnya mencapai sistem pembangunan yang berkelanjutan. Penanganan masa perubahan iklim dalam konteks pembangunan membutuhkan manajemen perubahan iklim secara efektif, dan pada saat bersamaan mengantisispasi dampak perubahan iklim global jangka panjang secara komprehensif. Hal juga membutuhkan pendekatan lintas sektor baik pada tingkat nasional, regional maupun lokal. Dalam menghadapi perubahan iklim, peningkatan ketahanan sistem dalam masyarakat untuk mengurangi resiko bahaya perubahan iklim dilakukan melalui upaya adaptasi dan mitigasi.
    Adaptasi
    Adaptasi merupakan tindakan penyesuain sistem alam dan sosial untuk menghadapi dampak negatif dari perubahan iklim. Perubahan iklim yang terjadi dengan semua efek berikut ini tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, upaya adaptasi harus dilakukan, seperti mempersiapkan dan hidup dengan perubahan akibat perubahan iklim, apakah yang telah terjadi dan mengantisipasi kemungkinan dampaknya. Beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim – kejadian ekstrem dan dampak perlahan – memerlukan strategi yang berbeda. Persiapan untuk kegiatan ekstrem dilakukan oleh rencana penanganan kasus bencana alam, seperti badai dan banjir. Meskipun perlahan-lahan menghadapi perubahan membutuhkan kemauan dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang terus berubah. Aktual penanganan masalah lingkungan, seperti reboisasi atau rehabilitasi terumbu karang rusak, memiliki kegiatan adaptasi terhadap perubahan iklim. Namun, kegiatan tersebut perlu diperkuat dengan menyertakan pertimbangan mengenai dampak perubahan iklim. Upaya untuk mengurangi kemiskinan juga merupakan kegiatan adaptasi untuk masyarakat miskin yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim dengan kurangnya kemampuan mereka untuk beradaptasi.
    Contoh adaptasi terhadap kejadian ekstrem adalah untuk mengantisipasi bencana alam dapat semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. Ini dapat dilakukan dengan menciptakan sistem peringatan dini di daerah yang dianggap rentan terhadap badai dan memberikan bimbingan tentang apa yang harus dilakukan ketika terjadi badai masyarakat.

    Contoh adaptasi terhadap dampak perubahan iklim perlahan membuat perlindungan orang yang hidup di pesisir dengan cara menanam bakau. Keberadaan hutan bakau adalah untuk mengurangi kemungkinan erosi pantai dan intrusi air laut ke sumber air tawar akibat kenaikan permukaan laut
    Namun upaya tersebut akan sulit memberi manfaat secara efektif apabila laju perubahan iklim melebihi kemampuan beradaptasi. Oleh karena itu, adaptasi harus diimbangi dengan mitigasi, yaitu upaya mengurangi sumber maupun peningkatan rosot (penyerap) gas rumah kaca, agar proses pembangunan tidak terhambat dan tujuan pembangunan berkelanjutan dapat tercapai. Dengan demikian, generasi yang akan datang tidak terbebani oleh ancaman perubahan iklim secara lebih berat

    Mitigasi
    Salah satu cara untuk mengimbangi perubahan iklim untuk mengurangi emisi dari kegiatan manusia. Ini dapat dilakukan misalnya dengan menggunakan bahan bakar dari sumber energi bersih, seperti beralih dari batubara ke gas, atau menggunakan sumber energi terbarukan seperti energi surya atau biomassa. Selain itu, mengurangi penggunaan bahan bakar untuk kendaraan bermotor dan menghemat listrik juga mengurangi emisi. Usaha-usaha seperti ini disebut mitigasi.

    Melalui Protokol Kyoto, upaya mitigasi dilakukan secara global, Salah satu upaya adalah CDM (mekanisme pembangunan bersih, atau mekanisme pembangunan bersih) yang memungkinkan kegiatan pelestarian lingkungan dan ekonomi yang dilakukan bersama-sama. Melalui kerjasama dengan negara-negara maju, negara berkembang bisa menerima manfaat dengan tambahan dana dan alih teknologi untuk menjalankan kegiatan yang mengurangi emisi dan mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan.

    Ketika para ahli ilmu pengetahuan berbicara mengenai permasalahan perubahan iklim, yang menjadi pusat perhatian adalah pemanasan global yang disebabkan ulah manusia.
    Mungkin sulit untuk dibayangkan bagaimana manusia dapat menyebabkan perubahan pada iklim di Bumi. Namun, para ahli sepakat bahwa ulah manusialah yang memacu besarnya jumlah gas rumah kaca dilepaskan ke atmosfir dan menyebabkan Bumi menjadi lebih panas.

    Dahulu, semua perubahan iklim berjalan secara alami. Tetapi dengan adanya Revolusi Industri, manusia mulai mengubah iklim dan lingkungan tempatnya hidup melalui tindakan-tindakan agrikultural dan industri. Revolusi Industri adalah saat dimana manusia mulai menggunakan mesin untuk mempermudah hidupnya. Revolusi ini dimulai sekitar 200 tahun lalu dan mengubah gaya hidup manusia. Sebelumnya, manusia hanya melepas sedikit gas ke atmosfir, namun saat ini dengan bantuan pertumbuhan penduduk, pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan, manusia mempengaruhi perubahan komposisi gas di atmosfir.

    Semenjak Revolusi Industri, kebutuhan energi untuk menjalankan mesin terus meningkat. Beberapa jenis energi, seperti energi yang kamu butuhkan untuk membuat tubuh menjadi lebih baik, datang dari makanan yang kamu makan. Tetapi energi lainnya, seperti energi yang digunakan untuk menjalankan mobil dan sebagian besar emergi untuk penerangan dan pemanasan rumah, datang dari bahan bakar seperti batubara dan minyak bumi atau lebih dikenal sebagai bahan bakar fosil karena terjadi dari pembusukan fosil makhluk hidup. Pembakaran bahan bakar fosil ini akan melepaskan gas rumah kaca ke atmosfir.
    Selama 13 tahun terakhir, dua belas tahun diantaranya tercatat sebagai tahun-tahun terpanas. Dengan akumulasi GRK yang terus berlangsung seperti saat ini, pada dua sampai tiga dekade mendatang peningkatan pemanasan global akan melampaui perhitungan yang telah ada selama ini. IPCC memperkirakan bahwa pada tahun 2050 temperatur global akan naik 2-3 derajat celcius.
    Peningkatan temperatur itu akan berdampak pada :
    – Meluasnya pencairan es di kutub utara
    – Meningkatnya suhu air laut, yang mengakibatkan naiknya permukaan air laut
    – Musim kering akan semakin kering dan musim penghujan akan lebih basah
    – Meningkatnya curah hujan dan kondisi banjir
    Semuanya itu akan mempengaruhi kesehatan manusia baik dari sisi semakin meningkatnya pertumbuhan hewan pembawa penyakit seperti nyamuk, juga ancaman terhadap ketersediaan air bersih, krisis pangan, dan kebersihan lingkungan. Akhirnya dampak keseluruhan adalah mengancam jiwa manusia.
    Untuk itu amat penting untuk benar-benar memahami perubahan iklim tersebut. Hal ini menegaskan bahwa diperlukan kesiapan semua negara dalam menghadapinya, untuk bisa beradaptasi, dan menerima bahwa akan dapat terjadi pengaruh yang lebih buruk, yang tidak diperkirakan sebelumnya.

  8. PERUBAHAN IKLIM MENGANCAM MASA DEPAN KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUMI

    Perubahan iklim menunjuk pada adanya perubahan pada iklim yang disebabkan secara langsung maupun tidak langsung oleh kegiatan manusia yang mengubah komposisi atmosfer global dan juga terhadap variabilitas iklim alami yang diamati selama periode waktu tertentu.
    Makin panasnya planet bumi dan berubahnya sistem iklim di bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. Gas rumah kaca yang dihasilkan manusia, seperti karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida, khususnya selama 50 tahun ini, telah secara drastis menaikkan suhu Bumi. Sebelum masa industri, aktivitas manusia tidak banyak mengeluarkan gas rumah kaca, tetapi pertambahan penduduk, pembabatan hutan, industri peternakan, dan penggunaan bahan bakar fosil menyebabkan gas rumah kaca di atmosfer bertambah banyak dan menyumbang pada pemanasan global.
    Pemanasan global mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan frekwensi maupun intensitas kejadian cuaca ekstrim. pemanasan global dapat menyebabkan terjadinya perubahan yang signifikan dalam sistem fisik dan biologis seperti peningkatan intensitas badai tropis, perubahan pola presipitasi, salinitas air laut, perubahan pola angin, mempengaruhi masa reproduksi hewan dan tanaman, distribusi spesies dan ukuran populasi, frekuensi serangan hama dan wabah penyakit, serta mempengaruhi berbagai ekosistem yang terdapat di daerah dengan garis lintang yang tinggi (termasuk ekosistem di daerah Artuka dan Antartika), lokasi yang tinggi, serta ekosistem-ekosistem pantai.
    Selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Maka, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat. Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan.
    Belum diketahui apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer.
    Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan. Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah.
    Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim. Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.
    Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10-25 cm (4-10 inchi) selama abad ke-20.
    Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat.
    Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.
    Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.
    Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika kumpulan salju musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.
    Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.
    Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
    Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty), Virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adala organisme tersebut. Selain itu bisa diprediksi kan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah dikarenakan perubahan ekosistem yang ekstrem ini. Hal ini akan berdampak perubahan iklim (Climate Change)yang bisa berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau panjang / kebakaran hutan, DBD kaitan dengan musim hujan tidak menentu).
    Gradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.
    Konsumsi total bahan bakar fosil didunia meningkat sebesar 1 persen per-tahun. Langkah-langkah yang dilakukan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan. Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan.
    Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.
    Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.
    Berikut ini adalah hal-hal mudah yang dapat membuat kita ikur serta dalam menjaga bumi menjadi tempat hidup yang lebih baik.
    1. Belajar mengenai lingkungan adalah hal yang penting. Ada banyak buku yang bisa dibaca mengenai lingkungan dan perubahan iklim.
    2. Hemat Penggunaan Listrik. Matikan lampu, televise, dan komputer ketika selesai menggunakannya.
    3. Berbicara kepada keluarga dan teman mengenai pemanasan global. Dan mengajak mereka bersama-sama menjaga bumi dan kehidupan.
    4. Membuang sampah pada tempatnya. Jangan membuang sampah sembarangan. Dengan melakukan hal ini, kita membantu menjaga kebersihan lingkungan dan memelihara lingkungan yang sehat. Agar bumi kita serta kehidupan sosial tetap terjaga
    5. Menanam pohon di rumah dan sekolah adalah kegiatan yang menyenangkan dan salah satu cara yang baik untuk mereduksi gas rumah kaca.
    6. Mendaur ulang kaleng, botol, kantong plastik, dan koran. Ketika melakukan daur ulang, kita mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah dan kita membantu penyelamatan sumber daya alam, seperti pohon, minyak bumi, dan bahan metal seperti alumunium.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s